Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakal Capres Ganjar Pranowo Akan Menjadikan Transisi EBT sebagai Peluang Investasi

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bakal Capres Ganjar Pranowo Akan Menjadikan Transisi EBT sebagai Peluang Investasi Doc: ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Ket. Bakal Capres Ganjar Pranowo usai acara "Pidato Calon Presiden Republik Indonesia: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri" di Kantor CSIS, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Jakarta - Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo akan menjadikan transisi energi baru terbarukan (EBT) menjadi sebuah peluang investasi.

"Kami pernah coba hitung-hitung bersama tim kami. Ini kebutuhan investasinya untuk energi baru terbarukan, renewable energy, ini kira-kira bisa sampai Rp1.300 triliun," ujar Ganjar dalam acara "Pidato Calon Presiden Republik Indonesia: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri" di Kantor CSIS, Jakarta, Selasa.

Untuk beralih ke energi yang lebih bersih dibutuhkan biaya investasi yang sangat besar. Ia pun sempat mengira banyak orang akan kaget bahkan takut dengan angka yang sangat banyak itu.

Sebab, bagi sebagian orang, kebutuhan investasi yang besar itu akan sulit dicapai. Namun, Ganjar mengatakan angka tersebut seharusnya dilihat sebagai peluang.

"Mereka yang punya peluang bisnis maka ini akan bisa menangkap bahwa inilah potensi yang bisa kita lakukan dan ini akan menyerap banyak tenaga kerja," katanya.

Untuk itu, Indonesia harus segera beralih ke energi terbarukan yang mandiri. Adapun Indonesia masih sangat tergantung dengan impor minyak.

Padahal, belakangan harga minyak dunia semakin fluktuatif.

"Kira-kira kalau itu (harga minyak dunia) tidak selesai-selesai, naik terus-menerus, APBN pasti akan jebol. Nah kita mesti kita kendalikan. Kita mari bicarakan ke depan apa yang mesti kita lakukan," jelas Ganjar.

Selain itu, dia mengatakan surplus energi listrik di Indonesia juga bisa dimanfaatkan dan diekspor ke ASEAN. Hal ini justru menambah anggaran untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Berdasarkan data dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,11 atau 2,5 persen menjadi USD83,07 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun USD2,05 atau 2,5 persen menjadi USD78,77 per barel. Keduanya mencapai level terendah sejak akhir Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
OJK Targetkan Lima Bank Sya...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.