Pemkab Bekasi Terima Insentif Fiskal Rp5,7 M dari Kementerian Keuangan

Senin, 06 Nov 2023, 22:03 WIB

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menerima insentif fiskal sebesar Rp5,7 miliar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI karena berhasil menurunkan angka prevalensi penyakit tumbuh kembang atau stunting di daerah itu.

"Dana insentif fiskal tersebut selanjutnya akan dipergunakan untuk program pemberian makanan tambahan pada anak kurang gizi ataupun stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Senin.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menggendong anak penerima bantuan vitamin dan telur saat kegiatan Grebek Stunting bersama kalangan swasta di Kantor Kecamatan Cikarang Utara pada Kamis (2/11/2023). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dia mengatakan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kabupaten Bekasi mencapai 21,5 persen. Sementara pada tahun 2022 turun menjadi 17,8 persen.

"Penilaiannya angka persentase itu, bukan angka riil. Karena menurunkan stunting, maka kita mendapatkan insentif dari Pemerintah Pusat melalui Kemenkeu," katanya.

Alamsyah menyebutkan penggunaan dana bantuan berupa insentif fiskal untuk intervensi stunting ini dilakukan agar penanganantumbuh kembang pada anak tersebut dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga angka prevalensi stunting bisa semakin turun.

"Supaya penurunan stunting di Kabupaten Bekasisemakin signifikan. Jadi kalau pemerintah pusat menargetkan angka prevalensi stunting di 14 persen pada tahun 2024, target kami angka itu bisa terwujud tahun ini agar tahun mendatang bisa semakin turun," ucapnya.

Staf Ahli Bupati Bekasi Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Manusia Agus Budiono memastikan angka prevalensi stunting pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelum.

"Memang belum dapat dipastikan angkanya karena belum dirilis dari SSGI. Tapi informasi yang saya dapat angka stunting dari angka 17,8 persen tahun lalu saat ini sudah 13,4 persen. Hanya saja angka ini masih fluktuatif, bisa turun atau naik, tergantung penanganan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan intervensi anggaran dalam upaya menekan angka stunting. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui pembangunan infrastruktur, termasuk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Sekitar (SPALDS).

Selain itu, penataan kawasan permukiman melalui pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS), pengelolaan aliran air bersih, hingga penataan saluran air atau drainase.

"Ada beberapa faktor pada stunting ini. Selain masalah ekonomi juga masalah lingkungan. Oleh sebab itu kami melakukan intervensi anggaran untuk bantuan makanan dan gizi serta bantuan pembangunan infrastruktur di kawasan permukiman," kata dia.Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Gembong

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.