Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI dapat Menguraikan Bahasa Berita untuk Memprediksi Tingkat Perdamaian suatu Negara

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 22:12 WIB | Oleh:
AI dapat Menguraikan Bahasa Berita untuk Memprediksi Tingkat Perdamaian suatu Negara Doc: Istimewa
Ket. Algoritma Machine Learning ini, meskipun memiliki bias bahasa Inggris, menawarkan sudut pandang baru untuk mengeksplorasi perbedaan linguistik antar budaya.

NEW YORK - Para peneliti dari Universitas Columbia, baru-baru ini telah merancang model Pembelajaran Mesin, atau "Machine Learning",cabang dari kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI), untuk mengukur tingkat perdamaian suatu negara dengan menganalisis frekuensi kata di media beritanya.

Dikutip dari Neuroscience, dengan mempelajari lebih dari 723.000 artikel dari 18 negara, tim tersebut mengidentifikasi pola linguistik berbeda yang berhubungan dengan tingkat perdamaian yang berbeda-beda.

Studi oleh Larry Liebovitch dan Peter T. Coleman, yang diterbitkan minggu ini di jurnal PLOS ONE itu memaparkan, meskipun negara-negara dengan tingkat perdamaian tinggi sering menggunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan optimisme dan kehidupan sehari-hari, negara-negara dengan tingkat perdamaian yang lebih rendah lebih menyukai kata-kata yang terkait dengan pemerintahan dan kontrol.

Algoritma ini, meskipun memiliki bias bahasa Inggris, menawarkan sudut pandang baru untuk mengeksplorasi perbedaan linguistik antar budaya.

Fakta-fakta kunci

Studi ini menganalisis 723.574 artikel media dari 18 negara, mengkategorikannya sebagai perdamaian tinggi, perdamaian menengah, atau perdamaian rendah.

"Negara-negara dengan tingkat perdamaian tinggi sebagian besar menggunakan kata-kata yang mengisyaratkan optimisme dan kehidupan sehari-hari, sementara negara-negara dengan tingkat perdamaian rendah cenderung menggunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan pemerintahan dan kontrol," kata para peneliti.

Mereka menjelaskan, model pembelajaran mesin berhasil mengidentifikasi negara-negara dengan perdamaian menengah menggunakan kriteria linguistik terlatih, dan menunjukkan potensi prediktifnya.

"Dengan menganalisis frekuensi kata-kata tertentu dalam media berita arus utama di negara mana pun, algoritma pembelajaran mesin dapat menghasilkan indeks perdamaian kuantitatif yang menangkap tingkat perdamaian di negara tersebut," katanya.

Liebovitch menjelaksan, bahasa yang digunakan dalam media mencerminkan pandangan suatu budaya terhadap dunia dan mempengaruhi cara orang-orang dalam budaya tersebut berpikir dan bertindak.

"Perkataan yang mendorong kebencian dapat memobilisasi kekerasan dan kehancuran. Sangat sedikit yang diketahui tentang bagaimana pidato perdamaian menjadi ciri budaya damai dan dapat membantu menghasilkan atau mempertahankan perdamaian," tuturnya.

Dalam studi terbarunya, Liebovitch dan rekannya menggunakan lima indeks perdamaian yang dikembangkan sebelumnya dan sangat dipercaya untuk mengukur tingkat perdamaian di 18 negara yang diklasifikasikan sebagai perdamaian tinggi, perdamaian menengah, atau perdamaian rendah.

Mereka kemudian mengumpulkan 723.574 artikel media yang berasal dari negara-negara tersebut; semuanya ditulis oleh sumber lokal dan dipublikasikan secara online dalam bahasa Inggris.


Dengan hanya menggunakan negara dengan tingkat perdamaian tinggi dan negara dengan tingkat perdamaian rendah, para peneliti menggunakan model pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi kata-kata yang penggunaannya dalam media dikaitkan dengan tingkat perdamaian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.