Akhirnya Kaltim Putuskan untuk Bangun Lembaga Konservasi Solusi Jaga Habitat Buaya Riska
Sabtu, 28 Okt 2023, 00:02 WIBSamarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memberikan solusi agar buaya yang bernama Riska bisa ditempatkan sesuai habitat di alam bebas dengan membangun lembaga konservasi buaya.
Solusi tersebut ditawarkan karena tempat relokasi Riska di penangkaran buaya Teritip Balikpapan dinilai bukan habitat aslinya, Sementara alasan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memindah buaya itu karena dinilai membahayakan masyarakat di sekitar sungai.
"Isu buaya bernama Riska ini sudah diketahui pemerhati hewan internasional. Jadi, harus segera ada solusinya untuk menjaga keberadaan habitat tersebut," ucap Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Samarinda, Jumat.
Buaya Riska adalah seekor buaya yang terkenal di Bontang, Kalimantan Timur. Buaya ini dikenal karena keakrabannya dengan seorang pria bernama Ambo.
Akmal Malik telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, mulai BKSDA, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP Kaltim dan kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Provinsi Kaltim maupun Kota Bontang mengenai perkembangan habitat buaya dari Sungai Guntung, khususnya Riska
Ia mengatakan, solusi untuk pengembangan habitat Riska maupun sejenisnya harus dibangunkan lembaga konservasi buaya. Artinya, habitat tersebut didekatkan dengan lokasi asalnya.
Karena itu, Pemprov Kaltim meminta Masata Kota Bontang sebagai penggagas penyelamatan Riska bersama BKSDA Kaltim untuk mencari lokasi strategis untuk pengembangan habitat tersebut.
"Saya minta Masata Kota Bontang bersama BKSDA Kaltim mencari lokasi untuk lahan konservasi Riska. Baru kemudian menyelesaikan proses administrasinya," jelas Akmal.
Karena itu, langkah selanjutnya setelah mengetahui lahan yang akan ditetapkan, maka dilakukan proses administrasi untuk operasional lahan konservasiRiska.
Ia mengingatkan semua persyaratan mulai perizinan lahan, analisis lingkungan atau Amdal hingga izin prinsip harus dilengkapi.
"Prinsipnya, kita tetap tidak ingin terjadi dampak buruk antara manusia dan hewan buas. Karena itu, solusinya melepaskan Riska ke alam bebas yang tertata dan terjaga," ungkapnya.
Akmal berharap kawasan konservasi tersebut bisa dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata masyarakat Kaltim.
Berita Terkait:
-
Sika Resmikan Pro Center Kelima di Kelapa Gading, Perkuat Ekosistem Konstruksi Terintegrasi
-
Menteri PU: Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar dari 2025
-
Lebaran 2026, 92 Ribu Pemudik Siap Berangkat dari Bandung Lewat Dua Stasiun Utama
-
Hutan Jadi Emas Hijau! Menhut Tawarkan Investasi Karbon lewat Aforestasi dan Reforestasi
-
Polres Pamekasan Kerahkan 220 Personel Amankan Perayaan Paskah di 7 Gereja
-
Bandara Samarinda Buka Rute Baru, Mudik Lebaran Makin Lancar
-
Kaltim Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Peningkatan Wisatawan di Periode Libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.