Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNN: Ada Aliran Dana TPPU Narkotika untuk Pendanaan Terorisme

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 18:56 WIB | Oleh:
BNN: Ada Aliran Dana TPPU Narkotika untuk Pendanaan Terorisme Doc: ANTARA/HO-Humas dan Protokol BNN RI
Ket. Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI Irjen Pol. Agus Irianto mengungkap aliran dana tindak pidana pencucian uang hasil narkotika untuk pendanaan terorisme dalam The 45th Meeting of Heads of National Drug Law Enforcement Agencies, Asia and the Pacific (HONLAP) di Kuta, Badung, Bali, Jumat (27/10).

BADUNG - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dalam The 45th Meeting of Heads of National Drug Law Enforcement Agencies, Asia and the Pacific (HONLAP) menyebut adanya aliran dana tindak pidana pencucian uang hasil narkotika untuk pendanaan terorisme.

"Dalam beberapa kasus sebelumnya ada dana narkoba ke terorisme. Dari uang hasil narkotika ke teroris. Kita hanya sebut secara umum di luar negeri ada, di Indonesia ada," kata Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI Irjen Polisi Agus Irianto di Kuta, Badung, Bali, Jumat (27/10).

Namun demikian, Agus tidak menyebutkan secara terperinci data kasus-kasus tindak pidana narkotika yang diduga mendanai kelompok teroris. Namun demikian, Agus menyatakan fenomena tersebut terjadi dan berpotensi berkembang di Indonesia.

Fenomena itu juga diungkapkan oleh 104 peserta dari 27 negara yang merupakan para penegak hukum yang secara aktif terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika yang hadir dalam forum HONLAP di Kuta, Badung, Bali.

"Saya tidak bisa sampaikan kasus per kasus secara detail. Saya hanya menjelaskan secara umum. Masing-masing (delegasi) menceritakan pengalamannya. Kita berbagi cara penanganan dan menyelesaikan masalahnya," kata dia.

Oleh karena itu, HONLAP, yang merupakan badan subsider dari Commission on Narcotic Drugs (CND) yang pada sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa berada pada naungan Economic and Social Council (ECOSOC), menjadi momentum untuk berbagi dan juga menyatukan tekad untuk memperkuat kerja sama menangani kejahatan narkotika, salah satunya upaya memberantas tindak pidana pencucian uang melalui mata uang crypto.

"Terkaitmoney launderingitu bukan hanya berbentuk uang, tetapi uang dalam jenis baru, yaitu kripto. Bagaimana penanganan, memproses penyitaannya.Cryptocurrencyada yang dua modus memang murni awalnya kriptoke kripto. Kedua, dari hasil kejahatan kemudian ditukar dengan kripto atau sebaliknya," katanya.

Di Indonesia, kata Agus, memang tidak sebanyak dan semasif yang terjadi di luar negeri.

Namun, BNN RI sebagai institusi terdepan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) memperkuat kerja sama agar tindak pidana tersebut ditangani secara bersama-sama dengan negara lain mengingat kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa lintas negara.

Di forum HONLAP, perwakilan Indonesia tak hanya dihadiri oleh BNN, tetapi juga dihadiri oleh BPOM, PPATK, Polri, dan Bea Cukai.

HONLAPdibentuk berdasarkan Resolusi ECOSOC 1845 (LVI) pada tanggal 15 Mei 1974. Tujuan utama dibentuknya HONLAP adalah untuk memajukan kerja sama penegakan hukum dalam mencegah dan memberantas perdagangan gelap narkotika di kawasan Asia dan Pasifik.

Setelah COVID-19, HONLAP digelar secara in-person di Bangkok pada Oktober 2022 dan tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah setelah sukses menggelar HONLAP ke 33 pada Oktober 2009 silam.

Kegiatan ini diadakan secara periodik guna memberikan platform bagi negara-negara anggota untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.