BRIN: Teknologi 'AI' Bisa Mengenali dan Mendiagnosis Berbagai Penyakit

Rabu, 25 Okt 2023, 18:17 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bisa digunakan untuk mengenali dan mendiagnosis berbagai penyakit.

Kepala Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN, Anto Satriyo Nugroho dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/10), mengatakan penelitian AI saat ini semakin berkembang dan bisa diterapkan pada bidang kesehatan.

Ket. Foto: Kepala Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN Anto Satriyo Nugroho seusai acara diskusi terkait pengembangan dan adopsi AI dalam penanganan Covid-19 yang diadakan di Jakarta, Selasa (23/5 — Sumber: ANTARA/Sean Filo Muhamad

"Dari sisi medis, kita mungkin melihat AI sebagai tools yang memiliki banyak peluang, mempercepat proses diagnosis, meningkatkan akurasi, dan mengurangi error yang terjadi karena pengalaman atau jam terbang dokter yang melakukan diagnosis," ujar dia.

Salah satu teknologi AI yang dipakai dalam bidang kesehatan adalah AI-based Paediatric Tele-Dermatology. Teknologi itu merupakan riset multidisiplin untuk mengembangkan teledermatologi yang fokus pada pasien anak.

Riset itu adalah kolaborasi bersama para peneliti di Pusat Riset Komputasi BRIN dan Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (KSDAI PERDOSKI).

Dosen Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara, Nur Afny Catur Andryani, mengatakan keterbatasan kompetensi dokter umum dalam penanganan kasus penyakit kulit anak memerlukan asistensi dari dokter spesialis kulit dan kelamin konsulen anak.

Jumlah dokter spesialis penyakit itu sangat terbatas dan terkonsentrasi di kota-kota besar. Maka, mereka melakukan riset pengembangan pembangunan paediatric tele-dermatology berbasis AI.

Teknologi telemedicine untuk dermatologi dimanfaatkan untuk menghubungkan antara dokter umum, dokter spesialis kulit umum, dan dokter spesialis anak dengan dokter spesialis kulit dan kelamin konsulen anak atau pediatri.

Hal itu memberikan peluang bagi para dokter terhubung dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) konsulen anak untuk meningkatkan akurasi diagnosis terutama untuk kasus-kasus yang kompleks.

Riset pengembangan teledermatologi pediatri itu juga melibatkan unsur AI untuk membantu dokter menegakkan diagnosis dan melakukan tata laksana penanganan penyakit.

"AI sebenarnya sudah banyak dimanfaatkan untuk dunia medis. Namun, untuk kasus dermatologi, AI masih terbatas digunakan utamanya untuk diagnosis penyakit," kata Nur.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa penelitian yang ada sebagian besar pengembangan AI masih berfokus pada deteksi kanker kulit dini dan beberapa penyakit kulit khas yang terbatas jumlahnya.

Oleh karena itu, riset pengembangan teknologi tersebut menjadi sebuah tantangan besar yang melakukan pembangunan sistem diagnosis berbasis AI untuk dapat mengenali lebih dari 50 penyakit sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI).

"Secara teori, itu adalah high dimensional classification yang tentunya bukan hal mudah untuk dimodelkan," kata Nur. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.