Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar Melemah Dipicu Jatuhnya Imbal Hasil Obligasi AS

5 Selasa, 24 Okt 2023, 08:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Melemah Dipicu Jatuhnya Imbal Hasil Obligasi AS Dolar Melemah Dipicu Jatuhnya Imbal Hasil Obligasi AS Doc: ANTARA/Galih Pradipta
Ket. Ilustrasi - Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta.

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (23/10) atau Selasa (24/10) pagi WIB dipicu jatuhnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,59 persen menjadi 105,5372.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,021 persen sebelum akhirnya turun. Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat pasar bertaruh adanya peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih rendah dan membuat dolar AS tidak diminati.

Pergerakan di pasar valuta asing tidak begitu terlihat pada awal pekan karena para pedagang menunggu beberapa peristiwa minggu ini, termasuk pertemuan Bank Sentral Eropa, rilis data PDB AS dan ukuran inflasi pilihan The Fed.

Anggota Fed sekarang berada dalam periode blackout menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada 31 Oktober.

Pada akhir perdagangan di New York, dolar AS melemah menjadi 1,3682 dolar Kanada dari 1,3701 dolar Kanada pada sesi sebelumnya. Sementara itu, euro naik ke 1,0674 dolar AS dari 1,0592 dan pound Inggris menguat ke 1,2255 dolar AS dari 1,2158 dolar AS.

Dolar AS mencapai 149,5640 yen Jepang, lebih rendah dari 149,8590 yen pada sesi sebelumnya. Imbal hasil obligasi Pemerintah Jepang tenor 10 tahun mendekati 0,86 persen, tertinggi sejak 2013. Nikkei melaporkan bank sentral Jepang mempertimbangkan untuk mengubah program pengendalian kurva imbal hasil.

Dolar AS melemah menjadi 0,8910 franc Swiss dari 0,8918 franc Swiss, sedangkan dolar turun menjadi 10,9599 krona Swedia dari 10,9724 krona.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

12 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Olahraga
Mutiara Ayu Puspitasari Men...

UNICEF Siaga Hadapi Ancaman Ebola di Sudan Selatan

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNICEF Siaga Hadapi Ancaman...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.