Tony Blair Temui Menkominfo Bahas Perlindungan Data Hingga AI
Rabu, 18 Okt 2023, 23:23 WIBMantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menemui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, membahas sederet isu penting terkait transformasi digital.
Isu-isu yang dibahas adalah keamanan siber (perlindungan data), pusat data nasional, ekonomi digital termasuk UU Pasar Digital Uni Eropa (Digital Market Act), hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Tadi kami menerima kunjungan dari Tony Blair Institute (TBI) yang mana dihadiri langsung oleh Mr. Tony Blair, mereka ingin membantu Indonesia dalam transformasi digital, terutama berkait beberapa isu-isu penting," ujar Menteri Budi.
Menkominfo menyebut, Tony Blair, yang juga menjadi konsultan untuk berdiskusi dengan 36 negara lainnya itu bekerja sama dengan Indonesia untuk mengkaji soal teknologi dan regulasi yang mendasari sejumlah isu tersebut.
"Kita sedang menggodok, sedang mengkaji soal misalnya perlindungan data pribadi, soal digital market act, dan AI, ini kan kita juga banyak mengadopsi (dari negara lain). Karena transformasi digital bukan soal teknologinya saja, namun juga regulasinya," jelas Budi.
Menkominfo menyebut Blair merekomendasikan teknologi dan regulasi khusus yang dapat mendasari perlindungan data pribadi masyarakat Indonesia, termasuk pemerintahan. Selain itu, ia juga menyarankan untuk melakukan hal serupa dengan pusat data nasional.
"Selain perlindungan data pribadi, juga pusat data nasional, bagaimana mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan data-data yang ada di pemerintahan ini," Budi menjelaskan.
Sementara perihal AI, Budi menjelaskan Tony Blair secara spesifik membahas soal regulasi dan etik terhadap penggunaannya.
Adapun soaldigital market act, khususnya regulasie-commerce, Blair menitipkan beberapa catatan seperti persaingan dagang yang sehat, hingga warga lokal sebagai konsumen yang harus diuntungkan.
"Beberapa poin kelihatannya kita bisa adopsi, akan disesuaikan dengan kondisi Indonesia," jelas Budi.
Kerja sama berupa adopsi teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa nilai kerja sama itu, menurut Menkominfo, telah berjalan selama beberapa waktu ke belakang, dan mereka akan terus berdiskusi secara lanjut.
Semasa kepemimpinannya di Inggris, Tony Blair berperan dalam transformasi birokrasi dan digitalisasi pemerintahan di Inggris. Tony Blair Institute juga turut dalam membantu pemerintahan beberapa negara untuk transformasi digital.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Upacara Terakhir SD Kanisius Babadan Sebelum Libur
-
BEI Bidik Startup dan Industri Kreatif Ramaikan Bursa Saham
-
Polsek Imogiri dan Kasihan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan Jalanan di Bantul.
-
Harga BBM Disesuaikan, Simak Daftar Terbaru di Seluruh Indonesia
-
Dari A24 Jadi 'AI24'? Kolaborasi dengan Google DeepMind Picu Gelombang Kritik
-
Pemprov DKI Jakarta Resmi Pertahankan Insentif Fiskal Kendaraan Listrik Sepanjang 2026
-
Xi Jinping Ingin AI Kuasai Seluruh Medan Perang, Tiongkok Siapkan Mesin Perang Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.