• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lakukan 'Sadari' Setelah M...

Lakukan 'Sadari' Setelah Menstruasi

Selasa, 17 Okt 2023, 20:30 WIB

JAKARTA - Data Global Cancer Statistics (Globocan) 2020 jumlah penderita kanker payudara di Indonesia adalah yang paling banyak dibanding dengan jenis kanker lainnya. Lebih dari 20 ribu penderitanya meninggal dunia setiap tahunnya.

Dari tren yang terjadi saat ini, kanker payudara menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Salah satu yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian adalah dengan melakukan deteksi dini.

Ket. Foto: sadari — Sumber: istimewa

Untuk menciptakan kesadaran akan bahaya kanker payudara, dan upaya deteksi dini PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Charm) yaitu Charm bersama YayasanKankerPayudara Indonesia (YKPI) mengadakan kegiatan jalan sehat dengan nama Ayo Sadari Setelah Menstruasi Fun Walk. Menempuh jarak 3 km acara ini diadakan pada Minggu (1/10) di ajang Car Free Day (CFD) di Jakarta.

Setelah menstruasi antara hari ketujuh dan kesepuluh, hormon estrogen wanita sedang mengalami penurunan. Rentang waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri(Sadari) karena payudara sedang kurang terpengaruh oleh kondisi hormon.

Karena itu, untuk dapat lebih menyebarluaskan dan membiasakan gerakan Sadari di hari ke 7-10 dari hari pertama menstruasi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan kanker payudara. Pada tahun ini Charm bersama YKPI mengadakan Ayo Sadari Setelah Menstruasi Fun Walk.

Kegiatan ini diikuti oleh total sekitar 200 partisipan, meliputi 100 survivor kanker payudara, perwakilan YKPI, sebagian karyawan Charm dan pengunjung CFD. Ayo Sadari Setelah Menstruasi Fun Walk merupakan rangkaian kegiatan Pink Ribbon yang ketiga kalinya. Bagi Charm kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendeteksi kanker payudara pada stadium awal.

Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Sri Haryani menuturkan kanker payudara adalah salah satu permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia. Apabila tidak ditangani dengan serius, akan beresiko menurunkan kualitas hidup khususnya Wanita.

"Karena itu, berangkat dari adanya kesamaan visi yaitu berkontribusi untuk wanita Indonesia, pada tahun ini Charm kembali berkolaborasi dengan YKPI. Kami berharap melalui kegiatan ini para wanita akan lebih memiliki kesadaran akan kesehatan payudara, juga pemahaman yang betul terkait kanker payudara, agar pada akhirnya dapat hidup sehat dan saling mendukung sesama wanita," ujarnya dia melalui siaran pers Selasa (17/10).

Sri menerangkan, dari 17 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan, melalui kegiatan ini PT Uni-Charm Indonesia Tbk juga berupaya untuk berkontribusi pada target No.3 dan 17 yaitu, Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia dan Partnership untuk mencapai tujuan.

"Langkah ini juga sejalan dengan salah satu elemen slogan perusahaan Ethical Living for SDGs yaitu Aktivitas perusahaan yang dikembalikan pada masyarakat, untuk kedepannya pun kami akan terus berusaha untuk memecahkan masalah konservasi lingkungan dan sosial, serta berkontribusi pada perwujudan SDGs," lanjut Sri.

Bukan yang berupafun walk, pada acara Ayo Sadari Setelah Menstruasi Fun Walk, Charm dan YKPI juga membukaboothuntuk mengedukasi para pengunjung mengenai kanker payudara. Di BoothCharm, terdapat pengenalan produk Charm kemasan Pink Ribbon edisi terbatas yang akan diluncurkan pada pertengahan bulan Oktober 2023.

Selain itu tersedia Wall of Fame dimana para pengunjung dapat menuliskan tanda tangan serta pesan dukungan dan motivasi kepada para penderita kanker payudara sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan Pink Ribbon. Lalu diboothyang disediakan YKPI, para pengunjung dapat mendengarkan penjelasan tentang gaya hidup yang dapat mencegah kanker payudara, waktu terbaik untuk melakukan Sadari, serta kondisi & gejala kanker payudara di setiap stadiumnya.

Founder YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan, pihaknya merasa bangga dapat berkolaborasi bersama Charm selama 3 tahun berturut-turut untuk melakukan kegiatan Pink Ribbon. Kemungkinan kanker payudara untuk dapat disembuhkan lebih tinggi jika dideteksi pada stadium awal, sehingga melalui kegiatan ini berharap gerakan Sadari setelah menstruasi dapat lebih terpenetrasi, dan menjadi suatu kebiasaan.

"Selain itu, dengan adanya penjelasan di booth dan juga talkshow bersama penyintas (survivor), diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap kanker payudara. Melalui upaya-upaya ini, diharapkan akan menekan jumlah kejadian kanker payudara stadium lanjut di Indonesia," ucapnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.