Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencarkan Upaya Tumbuhkan Rasa Cinta Budaya Membatik pada Pelajar

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gencarkan Upaya Tumbuhkan Rasa Cinta Budaya Membatik pada Pelajar Doc: ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Ket. Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengamati peserta lomba membatik.

Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggencarkan cinta budaya membatik pada jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas atau sederajat dengan menggelar lomba "Nyolet Batik" diselenggarakan pada 17-21 Oktober 2023.

Kepala Museum Batik Pekalongan Akhmad Asror di Pekalongan, Senin, mengatakan kegiatan tersebut bagian dari upaya melestarikan batik sebagai warisan budaya tak benda sekaligus lebih mengenalkan budaya batik pada generasi muda.

"Kami ingin mengenalkan budaya batik pada para generasi muda terlebih anak-anak taman kanak-kanak yang belum mengetahui batik untuk diajarkan melalui lomba ini. Melalui lomba ini, kami berharap mereka akan lebih cinta budaya batik," katanya.

Ia yang didampingi Staf Humas Gafiro Sachi mengatakan lomba "Nyolet Batik" untuk tingkat taman kanak-kanak diselenggarakan pada 17-18 Oktober 2023, sedangkan tingkat sekolah menengah atas atau sederajat pada 21 Oktober 2023.

"Saat ini kuota peserta lomba 'Nyolet Batik' sudah terpenuhi yaitu tingkat TK sebanyak 150 orang dan SMA/sederajat 35 siswa. Kami berharap para peserta bisa belajar membatik dan mencintai batik," katanya.

Dia mengatakan lomba "Nyolet Batik" diselenggarakan tanpa dipungut biaya, sedangkan pemenang pertama lomba jenjang taman kanak-kanak mendapatkan uang pembinaan Rp750 ribu, juara 2 Rp650 ribu, juara 3 Rp550 ribu, harapan 1 Rp400 ribu, harapan 2 Rp300 ribu, dan harapan 3 Rp200 ribu.

Pemenang pertama lomba membatik tingkat SMA atau sederajat memperoleh uang pembinaan Rp1,5 juta, juara 2 Rp1,250 juta, juara 3 Rp1 juta, dan harapan 1 Rp750 ribu.

"Untuk lomba 'Nyolet Batik' bagi TK/sederajat menggunakan media 'plangkan'dan untuk jenjang SMA/sederajat akan dinilai dari proses 'menjaplak', 'pelorodan', dan pewarnaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.