Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Stunting di Tangerang Turun Berkat Program Masak Daun Kelor

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka Stunting di Tangerang Turun Berkat Program Masak Daun Kelor Doc: ANTARA/HO-PKK Kota Tangerang
Ket. PKK Kota Tangerang melakukan gerakan penanaman sejuta kelor beberapa waktu lalu dalam penanganan stunting di wilayah setempat.

TANGERANG - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Periuk, Kota Tangerang berhasil menurunkan angka stunting dari 400 anak menjadi 100 anak melalui Program Maklor atau Gemar Memasak Daun Kelor.

"Dari 400 anak berisiko stunting kini sudah berada di bawah 100 anak, yang masih membutuhkan penanganan serius," kata Ketua TP PKK Kecamatan Periuk yakni Siti Nuryati di Tangerang Selasa (17/10).

Ia mengatakan program Maklor digiatkan di lima kelurahan yang masuk wilayah kecamatan periuk. Inovasi program ini berhasil menurunkan angka stunting.

Selain fokus dengan program Maklor, jajaran Kecamatan Periuk melalui seluruh kelurahannya juga serius melakukan pengelolaan Dana Alokasi Umum (DAU) terkait distribusi makanan bergizi selama 14 hari penuh.

Pihaknya pun telah menggelar roadshowpos gizi dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan ke kader dan keluarga risiko stunting diantaranya pelatihan pengolahan daun kelor menjadi es krim dan puding.

"Dengan harapan, inovasi daun kelor kian banyak, anak-anak pun senang, suka dan tidak bosan," ujar dia.

Meskipun sudah ada penurunan angka kasus stunting, tetapi pihaknya masih terus memaksimalkan program agar semua anak mendapatkan asupan gizi. Sehingga akan lahir anak-anak sehat, bugar dan kuat dari Kecamatan Periuk untuk memajukan Kota Tangerang tercinta.

"Yang terpenting, saat ini menyamakan seluruh pihak untuk sama-sama fokus, semangat dan kerjasama untuk kesehatan anak-anak kita," ujarnya.

Kemudian untuk mendukung berjalannya inovasi dan program ini, kader PKK pun mendapat pendampingan dari PKK Kota Tangerang terkait pengisian data anak stunting ke aplikasi e-Dasawisma.

"Pengisian data ke aplikasi ini juga penting, karena akan mempengaruhi jumlah angka stunting, baik itu naik ataupun turun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.