Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan ke Petani, Pj Gubernur Sultra Instruksikan OPD Cepat Atasi Dampak Kekeringan

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan ke Petani, Pj Gubernur Sultra Instruksikan OPD Cepat Atasi Dampak Kekeringan Doc: Antara/Azis Senong
Ket. Pj.Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto.

Kendari - PJ Gubernur Sulawesi Tenggara,Andap BudhiRevianto menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar cepat melakukan langkah-langka dalam mengurangi dampak kekeringan yang melanda petani sawah di beberapa daerah kabupaten di Sultra.

"Kepada seluruh OPD, khususnya BPBD, PU, Dinas Pertanian dan Peternakan, Perkebunan dan Hortikulura, agar mengambil langkah cepat sebagai upaya antisipasi dan adaptasi El Nino," kata Pj GubernurAndap di Kendari, Kamis.

Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan El Nino di Sultra, per minggu pertama bulan Oktober 2023, sebesar 6.070,85 ha yang terdiri atas:

1. Kabupaten Bombana seluas 1.872,85 ha

2. Kabupaten Kolaka Timur seluas 1.703,50 ha

3. Kabupaten Konawe Selatan seluas 1.556 ha

4. Kabupaten Konawe seluas 460 ha

5. Kabupaten Konawe Utara seluas 226 ha

6. Kota Kendari seluas 163 ha

7. Kabupaten Kolaka seluas 82,50 ha

8. Kota Baubau seluas 7 ha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah konti gensi dan membuat time line dalam rangka penanganan dampak perubahan iklim El Nino.

Di antaranya seperti memberi bantuan pompanisasi untuk melancarkan pengairan sawah dari air sungai di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan dan Konawe, sebagai lumbung padi di Bumi Anoa.

Petani di 10 kabupaten yaitu Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Muna dan Muna Barat juga bakal dibantu untuk membangun waduk mikro atau embunpertanian.

Bantuan lain seperti pemberian vvarietas unggul, Alsintan, mensosialisasi asuransi usaha tani, hingga teknologi climate smart agriculture, juga dilakukan untuk mengatasi dampak kekeringan akibat el Nino.

Fenomena badai ElNino saat ini hampir menimpa seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara. Akibat dari fenomena iklim tersebut, kini banyak terjadi kekeringan yang berdampak penurunan produksi beras bahkan gagal panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.