Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suhu Sangat Panas, BMKG Ingatkan Warga Cuaca di Bandung Sudah Masuk Kategori Ekstrem

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suhu Sangat Panas, BMKG Ingatkan Warga Cuaca di Bandung Sudah Masuk Kategori Ekstrem Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Ilustrasi - Pemerintah Kota Bandung menggelar shalat istisqa untuk meminta hujan di Plaza Balai Kota, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/10/2023).

Kota Bandung - Suhu sangat tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ingatkan masyarakat berhati-hati karena cuaca di Kota Bandung sudah masuk kategori ekstrem.

BMKG Stasiun Geofisika Bandung menyebut pada awal bulan Oktober ini, cuaca di Kota Kembang sudah masuk kategori ekstrem.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Yan Firdaus mengatakan cuaca di Bandung sudah masuk kategori ekstrem. Sebab, pada Minggu (8/10) suhu sudah mencapai 35,6 derajat celsius.

"Ini sudah masuk esktrem karena sudah lewat tiga derajat. Sampai kapan? Ini tentu tergantung pada musim kemarau yang terjadi sekarang," kata Yan di Bandung, Senin.

Yan memaparkan angka tersebut lebih tinggi tiga derajat celsius dari akhir September yang berkisar di angka 30,3 derajat celsius.

Berdasarkan data dari BMKG Kota Bandung, suhu di daerah tersebut dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Di mulai dari tanggal 2 Oktober tercatat 33,1 derajat hingga 8 Oktober 2023 yang mencapai 35,6 derajat celcius.

Sementara itu, Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan definisi suhu udara ekstrem adalah kondisi suhu udara yang mencapai tiga derajat celsius atau lebih di atas nilai normal setempat.

"Dengan demikian suhu maksimum ekstrem pada bulan Oktober sudah terjadi pada tanggal 1, 3, 6, 7, dan 8 Oktober. Hingga hari ini belum terjadi lagi suhu maksimum ekstrem di Kota Bandung," kata dia.

Teguh mengatakan cuaca terik pada siang hari dan angin kencang pada siang hingga sore hari adalah kondisi cuaca yang lazim terjadi pada puncak kemarau.

"Sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak panik, namun mempersiapkan diri untuk mengurangi risiko bencana, seperti menggunakan tabir surya apabila sering berkegiatan di luar ruangan pada siang hari," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.