Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Kerja Keras Bersama-sama untuk Capai Target Turunkan Kasus Stunting

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Kerja Keras Bersama-sama untuk Capai Target Turunkan Kasus Stunting Doc: Antara/Biro Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.

Samarinda - Ayo kerja keras untuk mencapat target. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan angka stunting di provinsi itu turun menjadi sebesar 12,83 persen pada 2024 dari 21,40 sesuai yang ditargetkan pada 2023 dari sebelumnya (2022) yang mencapai 23,9 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Senin, mengatakan upaya untuk mewujudkan angka tersebut, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) provinsi, kabupaten dan kota se-Kaltim menandatangani nota kesepahaman tentang rencana kerja TPPS provinsi dan kabupaten/kota pada Rembuk Stunting tingkat Provinsi Kaltim tahun 2023.

Komitmen dan nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua TPPS kabupaten dan kota terdiri atas wakil bupati dan wakil wali kota se Kaltim.

Sekda Sri Wahyuni menyebutkan ada 11 kesepakatan yang dibuat, yakni segera menyusun dan menetapkan peraturan bupati dan wali kota tentang percepatan penurunan stunting.

"Khususnya Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau dan Kabupaten Mahakam Ulu," kata Sri Wahyuni di Samarinda, Senin.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama kabupaten dan kota melakukan penandaan anggaran percepatan penurunan stunting tahun 2023, dan melaporkan kepada TPPS Provinsi Kaltim secara berjenjang.

"Tim percepatan penurunan stunting provinsi, kabupaten dan kota segera menyusun rencana kerja tahun 2024," ujarnya.

Selain itu, mengalokasikan anggaran pada APBD tahun 2024 untuk pelaksanaan delapan aksi konvergensi dan menetapkan lokus prioritas penurunan stunting secara berjenjang.

"TPPS Provinsi Kaltim melakukan monitoring, Binwas, dan pemberian penghargaan terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi di kabupaten dan kota, termasuk melaksanakan penilaian kinerja TPPS kabupaten dan kota sesuai dengan petunjuk teknis penilaian kinerja," katanya.

Selain itu, mengaktifkan kembali seluruh Posyandu, Pojanal Posyandu dan kader di tingkat provinsi di masing-masing kabupaten dan kota, serta meningkatkan peran aparatur sipil negara (ASN), perusahaan (swasta) dan filantropi untuk menjadi orang tua asuh bagi balita berisiko stunting.

TPPS provinsi, kabupaten dan kota, ujarnya, memastikan analisis situasi berbasis data yang valid.

Ia berharap komitmen dan kesepakatan yang telah ditandatangani bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga apa yang ditargetkan bisa tercapai.

"Penurunan stunting bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi semua bisa ikut berperan aktif, termasuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat," ucapnya.

Berdasarkan catatan angka stunting di Provinsi Kaltim pada tiga tahun terakhir menunjukkan persentase masih di atas 20 persen.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 dan 2022 dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Kaltim mengalami kenaikan menjadi 23,9 persen pada 2022, dari sebelumnya pada 2021 sekitar 22,8 persen. Sementara pada tahun 2023 Pemprov Kaltim menargetkan angka stunting sebesar 21,40 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.