Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Doc: Antaranews Kaltim/HO/Dinkes Kaltim
Ket. Dinkes Kaltim gelar PKMN bagi nakes dari Berau di Bapelkes Kaltim, Jumat.

Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal (PKMN) kepada sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Berau sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan Kegawatdaruratan Maternal merupakan kejadian berbahaya yang dapat mengancam jiwa akibat dari masalah kehamilan, persalinan, atau nifas.

"Kegawatdaruratan Neonatal merupakan kejadian yang mengancam jiwa bayi baru lahir usia 0-28 hari," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Balai Pelatihan Kesehatan Kaltim, Samarinda, Jumat.

Jaya menjelaskan prinsip dasar dalam menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal adalah penentuan permasalahan utama atau diagnosa dan tindakan pertolongan yang harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan tenang serta tidak panik, walaupun suasana keluarga pasien yang mungkin dalam kondisi kepanikan.

"AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Berdasarkan hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2015, AKI di Indonesia adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB adalah 24 per 1.000 kelahiran hidup," sebut Jaya Mualimin.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab kematian ibu dan bayi adalah komplikasi yang terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas.

Lanjutnya, komplikasi tersebut dapat dicegah dan ditangani bila tenaga kesehatan mampu melakukan identifikasi dini, memberikan pertolongan pertama, melakukan tindakan stabilisasi pasien, dan merujuk ke rumah sakit bila perlu.

"Untuk itu, kami mengadakan pelatihan PKMN yang komprehensif dan tepat sasaran bagi tenaga kesehatan di Fasyankes primer dari Kabupaten Berau," katanya.

Jaya menambahkan, pelatihan ini meliputi teori dan praktik tentang penggunaan partograf, manajemen aktif kala II, resusitasi neonatus, pencegahan infeksi, dan rujukan efektif

Ia berharap pelatihan PKMN tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Berau.

"Kami mengapresiasi kerjasama antara Dinas Kesehatan Kaltim dengan Balai Pengembangan Pendidikan Kesehatan Samarinda dalam penyelenggaraan pelatihan ini," jelas Jaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.