Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memprihatinkan, Pencemaran Sungai di Bekasi

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memprihatinkan, Pencemaran Sungai di Bekasi Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (kemeja putih) usai melakukan pertemuan dengan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi di Pendopo Pemkab Bekasi, Kamis.

Kabupaten Bekasi - Pencemaran sungai di wilayah Kabupaten Bekasi menjadi atensi khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menyusul banyak aduan hingga berdampak pada kesulitan mengakses air bersih bagi sebagian warga daerah itu.

"Pertama saya kan belum datang ke lokasi ya, saya akan cek dulu. Banyak sekali aduan dari masyarakat terkait pencemaran sungai di wilayah Kabupaten Bekasi," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin di Pendopo Pemkab Bekasi, Kamis.

Dia mengatakan ada sejumlah kendala dalam penanganan pencemaran sungai, mulai dari kesulitan mencari barang bukti secara hukum hingga penindakan yang masih lemah terhadap pelaku pencemaran.

"Maka saya lagi cari cara bagaimana ini agar sungai tidak tercemar. Awal sosialisasi atau ada cara lain. Kami kerja sama dengan Polri, TNI, bahkan dengan Kementerian Lingkungan Hidup," kata BeyMahcmudin.

Bey mengaku sejumlah kejadian pencemaran sungai di setiap daerah turut dilakukan oleh perusahaan di luar kawasan industri. Bahkan kegiatan usaha kecil dari warga, termasuk lokasi perusahaan pencemar yang bukan berada di daerah terdampak pencemaran.

"Tadi juga di Karawang, tapi pusatnya tidak di Karawang. Artinya ini harus tegas dan ditarik ke provinsi, memang perlu peran provinsi," ujarnya.

Ia juga menegaskan perlu ada tindakan hukum secara tegas kepada siapapun yang melakukan pencemaran sungai. Sebab kondisi itu sangat merugikan masyarakat, seperti gangguan pasokan air PDAM.

"Perlu tindakan hukum harusnya, karena sangat merugikan. Kami bekerja sama dengan Kepolisian, TNI, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup akan segera menindaklanjuti aduan masyarakat Kabupaten Bekasi ini," kata Bey Machmudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.