Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Serius Karhutla, Kualitas Udara di Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Serius Karhutla, Kualitas Udara di Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya Doc: ANTARA/M Arif Hidayat
Ket. Warga di Palangka Raya menunjukkan kualitas udara berdasar aplikasi ISPUnet di Palangka Raya, Rabu (4/10/2023).

Palangka Raya - Dampak serius karhutla, kualitas udara di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), masuk kategori berbahaya dampak kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah udara setempat.

"Kami mengimbau masyarakat, termasuk anak didik yang bersekolah untuk memakai masker mengingat kualitas udara di Kota Palangka Raya sedang berada di kategori berbahaya," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu di Palangka Raya, Rabu.

Tujuan memakai masker untuk menjaga kesehatan pernapasan serta mengurangi risiko terpapar partikel berbahaya di udara. Dia mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar tidak beraktivitas di luar ruangan.

"Ini juga sebagai upaya meminimalkan risiko atau dampak kesehatan akibat menghirup udara di luar ruangan yang telah tercampur asap kebakaran lahan," kata Hera.

Masyarakat di "Kota Cantik" juga diminta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, minum suplemen dan vitamin tambahan dan perbanyak mengkonsumsi air putih untuk menjaga imunitas tubuh.

Dampak maraknya kebakaran lahan dan terus pekatnya udara di wilayah Kota Palangka Raya, pemerintah kota setempat menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia mengatakan, dengan penetapan status tersebut Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait, akan memperhatikan indikator saat status tanggap darurat karhutla bencana ditetapkan.

"Saat ini kita utamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pelayanan dasar lain disamping tim pemadam terus melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan," kata wanita berhijab itu.

Saat ini upaya pemadaman sejumlah titik karhutla di Kota Palangka Raya, terus ditanggulangi oleh BPBD bersama tim gabungan penanggulangan karhutla.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Bahkan di beberapa titik, kebakaran lahan mulai mendekati pemukiman warga.

Tak hanya itu, dampak kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat seperti bau kabut asap menyengat yang membuat nafas sesak dan mata pedih serta tenggorokan terasa kering dan cepat merasa haus.

Kemudian berdasar aplikasi ISPUnet yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pukul 17.00 WIB, kualitas udara di Kota Palangka Raya masuk pada kategori berbahaya atau kategori hitam.

Artinya, tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

Pada aplikasi tersebut PM2,5 pada angka 331, PM10 pada angka 176, CO pada angka 88, HC pada angka 122, NO2 pada angka 51, O3 pada angka 6 dan SO2 pada angka 32

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.