Gus Muwafiq Gelar Lomba Puisi ‘Literary Art Festival (LAFEST)’ Akhir Pekan Ini, Joko Pinurbo Jadi Bintang Tamu

Rabu, 04 Okt 2023, 20:24 WIB

YOGYAKARTA - KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq menggelar lomba baca puisi yang dikemas dalam acara Literary Art Festival (LAFEST) Minggir #1 di Pondok Pesantren (Ponpes) Minggir, di Minggir, Sleman, pada Sabtu (7/10). Ketua Panitia LAFEST Minggir #1, Nanang Hari Sudibyo mengatakan bahwa acara ini merupakan gagasan tiba-tiba yang datang dari Gus Muwafiq September lalu saat malam-malam duduk bersama dengan beberapa santrinya. Padahal, malam itu tak ada pembicaraan sama sekali tentang puisi, malah mereka sedang membahas persiapan Mauludan (peringatan Maulid Nabi) yang akan dilaksanakan pada Sabtu (14/10) di Ponpes Minggir.

"Kita sedang bahas ikan Araipama sepanjang 4 meter sumbangan dari Direktur AMIKOM Yogyakarta yang akan jadi santapan utama di Maulidan. Itu ikan kwintalan beratnya, kami lagi ramai bahas. Lha kok tiba-tiba beliau dawuh, kudu ana lomba puisi, bikin segera. Bangsa ini perlu puisi, ben luwih maju meneh negarane," kata Nanang dalam rilis pers yang diterima redaksi Rabu (4/10).

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Nanang yang mendengar langsung perintah itu berusaha mendetailkan apa yang dimaksud dengan lomba baca puisi oleh Gus Muwafiq. Apakah yang dimaksud adalah baca puisi di Mualidan, atau jadi rangkaian acara (road to) maulidan, atau bagaimana.

"Tapi namanya Gus Muwafiq kalau bicara sama kita sering hanya tersirat. Intinya kata beliau, ora ana road-roadan, wis gawe wae, santri, cah sekolah, wong yatim, gelandangan, kabeh iso moco puisi ning Minggir. Saben tahun moco puisi ning Minggir," kata Nanang.

Esok harinya Nanang langsung bergerak mengumpulkan tim dari para santri dan tercetuslah sebuah acara yang diberi tajuk Literary Art Festival (LAFEST) Minggir #1. Dan karena Gus Muwafiq mengatakan bahwa saben tahun (setiap tahun) baca puisi di Minggir, panitia kecil ini menafsirkannya sebagai acara tahunan sehingga tajuk #1 disertakan dalam LAFEST.

Di LAFEST Minggir #1 akan ada 9 kegiatan utama yakni, lomba pembacaan puisi, workshop penulisan puisi, pameran karya sastra, lapak buku sastra, lapak pasar tiban, pidato budaya, malam baca puisi, musikalisasi puisi, dan pentas seni. Acara akan berlangsung di Ponpes Minggir di Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Sleman mulai pukul 09.00 - 22.00.

"Gus Muwafiq tak banyak tanya soal detil, hanya beliau meminta sejumlah nama penyair untuk bisa dihadirkan seperti Mas Jokpin, Mas Joni Ariadinata, Mas Raudal Tanjung Banua, dan sepuluhan nama-nama lain," jelas Nanang.

Seperti permintaan Gus Muwafiq, pembacaan puisi akan diisi oleh sejumlah penyair kolega Gus Muwafiq, santri, anak sekolah, mahasiswa, anak yatim, gelandangan, dosen, Pak RT, masyarakat umum, dengan Joko Pinurbo dan Peri Sandi sebagai bintang tamu.

"Selain itu kami sedang meminta Gus Muwafiq menyampaikan pidato kebudayaan lah istilah kami. Intinya kami juga ingin jawaban kok bisa-bisanya beliau ingin ada lomba baca puisi di Ponpes Minggir. Maksudnya apa, biar terjawab semua, apalagi negara ini kan sedang memasuki masa politik, masa-masa yang sangat prosa, bahkan biasanya kan masa-masa persaingan keras," papar Nanang.

Teknis Lomba

Adapun khusus untuk lomba baca puisi, diadakan dalam tiga kategori peserta yakni Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA se-DIY, Tingkat Mahasiswa se-DIY, dan Tingkat Umum se-DIY. Periode pendaftaran lomba dilaksanakan pada 29 September hingga 4 Oktober 2023.

Tercatat ada ratusan peserta yang telah mendaftar lomba dan akan dipilih 20 peserta di masing-masing kategori untuk menjalani final di Ponpes Minggir pada Sabtu (7/10) pagi untuk dipilih masing-masing 6 pemenang yakni juara 1 hingga harapan 3. Hadiah untuk pemenang pertama di masing-masing kategori adalah tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan total Rp 18 juta.

Selain itu para peserta lomba dengan kuota sebesar 50 peserta juga bisa mengikuti workshop menulis puisi bersama Joni Ariadinata dan Raudal Tanjung Banua yang hasil dari workshop tersebut akan diterbitkan menjadi buku antologi puisi.

Ketua Panitia LAFEST Minggir #1, Nanang Hari Sudibyo, mengatakan yang menarik dari LAFEST Minggir adalah sebuah acara budaya yang diinisiasi oleh seorang kyai dan dilaksanakan di perdesaan Sleman menjadi sebuah tantangan untuk bisa berkelanjutan. Ini sekaligus sebuah statement bahwa ponpes yang didirikan oleh Gus Muwafiq di Minggir, ingin terus menjadi gerakan kebudaaan dari pinggiran yang melibatkan orang-orang terpinggirkan.

"Beliau terus menekankan anak yatim, gelandangan, wong miskin, kabeh kudu iso moco puisi. Ya sudah, ini kita niati untuk memulai."

"Ikan Arapaima 4 meter yang disumbangkan Direktur AMIKOM untuk kita santap malam saat mauludun nanti biarlah jadi bekal untuk tumbuhnya puisi terbaik untuk negeri kita ini," pungkas Nanang.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.