Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Rekomendasikan Vaksin Malaria Kedua untuk Anak-anak

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Rekomendasikan Vaksin Malaria Kedua untuk Anak-anak Doc: Freshnewsasia
Ket. Vaksin R21/Matrix-M yang diproduksi Serum Institute of India telah disetujui untuk digunakan di Burkina Faso, Ghana, dan Nigeria.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan vaksin malaria kedua, sebuah keputusan yang dapat menawarkan pilihan yang lebih murah dan lebih mudah didapat dibandingkan dengan vaksin pertama untuk melawan penyakit parasit tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, R21/Matrix-M, yang dikembangkan Universitas Oxford Inggris, dapat digunakan untuk mengekang penyakit mematikan yang ditularkan ke manusia melalui beberapa nyamuk, kata WHO pada Senin (2/10).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, badan kesehatan PBB menyetujui vaksin malaria baru berdasarkan saran dari dua kelompok ahli, dan merekomendasikan penggunaannya pada anak-anak yang berisiko terkena penyakit tersebut.

"Sebagai peneliti malaria, saya selalu memimpikan suatu hari nanti kita akan memiliki vaksin yang aman dan efektif melawan malaria.Sekarang kita punya dua," kata Tedros.

Vaksin R21/Matrix-M diproduksi oleh Serum Institute of India dan telah disetujui untuk digunakan di Burkina Faso, Ghana, dan Nigeria.

Vaksin ini akan diluncurkan di negara-negara Afrika tersebut pada awal 2024 dan akan tersedia pada pertengahan 2024 di negara-negara lain, kata Tedros. Dosisnya akan dihargai antara 2-4 dolar AS.

"WHO kini sedang meninjau vaksin untuk prakualifikasi, yang merupakan stempel persetujuan WHO, dan akan memungkinkan GAVI [aliansi vaksin global] dan UNICEF untuk membeli vaksin dari produsen," kata Tedros.

Universitas Oxford mengembangkan vaksin tiga dosis baru dengan bantuan dari Serum Institute of India. Penelitian menunjukkan obat ini lebih dari 75 persen efektif dan perlindungan dipertahankan selama satu tahun lagi dengan booster.

Namun, tidak satu pun dari vaksin malaria yang tersedia dapat menghentikan penularan, sehingga kampanye imunisasi saja tidak akan cukup untuk menghentikan epidemi. Upaya mengekang penyakit ini juga menjadi rumit dengan meningkatnya laporan resistensi terhadap obat utama yang digunakan untuk mengobati malaria dan penyebaran spesies nyamuk invasif.

Tedros mengatakan WHO juga merekomendasikan vaksin demam berdarah Takeda Pharmaceuticals untuk anak-anak berusia 6-16 tahun yang tinggal di daerah di mana infeksi tersebut merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.