SMK I Yembun Budi Daya Kacang Sacha Inchi Penuhi Asupan Gizi Anak.

Senin, 02 Okt 2023, 17:17 WIB

SORONG -- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Yembun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya melakukan budi daya kacang sacha inchi atau kacang inca pada luas lahan satu hektar guna memenuhi kebutuhan gizi anak untuk mencegah stunting.

Kepala Sekolah SMK I Yembun Kabupaten Tambrauw Agustinus Naa di Tambrauw, Selasa, menjelaskan kandungan di dalam kacang ini memiliki gizi sangat tinggi, kemudian kandungan omega 3 lebih tinggi dari pada ikan salmon, sehingga budi daya tanaman ini penting dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah Kabupaten Tambrauw memenuhi asupan gizi anak.

"Kandungan kacang ini cukup tinggi untuk pemenuhan kesehatan sehingga diharapkan nanti dengan mengonsumsi kacang itu pemenuhan gizi anak bisa terpenuhi dan meminimalkankasus stunting," jelas Kepala Sekolah SMK I Yembun Agustinus.

Ia lebih lanjut mengatakan budi daya kacang sachainchi ini merupakan satu-satunya di Papua Barat Daya yang dilakukan di SMK I Yembun.

SMK I Yembun memiliki dua jurusan salah satunya adalah Agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH) kemudian satu lagi itu Agribisnis perikanan air tawar (APAT).

"Karena pengembangan kacang ini di Papua Barat Daya baru pertama dilakukan di SMK I Yembun, maka kita akan jadikan tanaman kacang sebagai ikon SMK I Yembun untuk membanggakan nama Kabupaten Tambrauw," kata dia.

Selain memenuhi kebutuhan gizi untuk penanganan stunting di wilayah Kabupaten Tambrauw, tanaman jenis itu pun berpotensi untuk diekspor guna meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tambrauw khususnya di Distrik Yembun.

"Jadi kacang ini berpotensi untuk di ekspor sehingga kita melakukan sosialisasikan kepada masyarakat untuk ikut budi daya tanaman itu supaya mencapai tujuan yang diharapkan," ujar dia.

Pihak SMK I Yembun pun telah memaparkan potensi kacang sachainchi di hadapan Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan mendapat apresiasi serta dukungan melalui bantuan guna pengembangan tanaman itu lebih lanjut.

"Dari tanaman kacang itu bisa diolah menjadi kosmetik, minyak, sayuran, sehingga bisa dibilang kacang ini mengandung multi manfaat," ungkap dia.

Desember 2023, ujarnya akan dilakukan panen perdana secara bersama, kemudian hasil dari panen kacang itu akan diproduksi di SMK I Yembun ketika alat produksi sudah komplit.

"Pasarnya memang sudah ada hanya saja kalau ekspor hasil kacang itu hanya satu hektar itu tidak cukup, sehingga kami menyosialisasikan kepada masyarakat petani di Distrik Yembun untuk bersama-sama melakukan budi daya kacang itu supaya penuhi harapan pasar," ujarnya.

Karena alat produksi hasil tanaman kacang sachainchi sangat mahal, maka diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan Provinsi Papua Barat Daya untuk membantu menyediakan alat produksi dimaksud.

"Karena alatnya mahal dan pengirimannya pun makan ongkos yang cukup tinggi, maka kami harapkan bantuan dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi," harap dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.