Pemprov Jatim Kejar Target Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Senin, 25 Sep 2023, 19:20 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melantik Heru Suseno sebagai Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, mengatakan, ia bersama jajaran tengah fokus menangani penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, Senin (25/9).

Terkait stunting, Khofifah menjelaskan, ada proses panjang yang dilakukan dengan kerja keras dan prestasi yang sudah dicapai oleh Kabupaten Tulungagung. Terutama Tim PKK Tulungagung yang hampir selalu menjadi juara satu di berbagai sektor, utamanya dalam upaya menurunkan angka stunting.

Ket. Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, (kiri) saat melantik Heru Suseno sebagai Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, di Surabaya, Senin (25/9). — Sumber: Istimewa

"Saya mohon Pj Bupati Tulungagung bersama TP PKK selanjutnya bisa menjaga dan meningkatkan capaian prestasi tersebut. Hal ini menjadi penting karena di tahun 2024 karena target penurunan stunting secara nasional di angka 14 persen harus didorong semua pihak dan semua lini," katanya.

Dalam upaya menurunkan angka stunting, lanjutnya, Tim PKK terutama Posyandu menjadi garda terdepan yang signifikan untuk mengintervensi sejak adanya potensial stunting. Hal ini karena ada kekurang sesuaian yang sering terjadi saat proses bulan timbang, dimana ada ketidakcocokan saat mengukur panjang bayi.

Khofifah mencontohkan, apabila hendak ditimbang, sebagian besar bayi menangis. Kemudian kakinya terlipat maka hasil panjang bayi tidak sesuai. Seharusnya ketika ditimbang, bayi tidak dalam keadaan menangis karena akan mengurangi panjang bayi.

Sehingga hasil antara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan bulan timbang datanya tidak sesuai. SSGI Jawa Timur sebesar 19,2 persen, sedangkan bulan timbang di Jatim sebesar 7,8 persen.

"Ini coba kami teliti untuk bisa mendekatkan bagaimana format data antara bulan timbang dan SSGI seimbang. Bahkan kita juga sempat menghadirkan Pusat Data dan Teknologi (Pusdatin) dari Kementerian Kesehatan untuk mencari titik temu karena disparitas hasil SSGI dan bulan timbang lebar sekali," ungkapnya.

Agar disparitas tidak terjadi dan ada kecocokan data antara bulan timbang dan SSGI, Gubernur Khofifah meminta perhatian khusus kepada TP PKK Tulungagung untuk menjadikan prioritas capaian program. Sehingga capaian angka 14 persen ditargetkan dari pemerintah pusat bisa dicapai tahun 2024 oleh Jatim.

"Maka sinergitas dengan semua lini penting utamanya posyandu," tegasnya.

Selain stunting, dia berpesan kepada Pj Bupati Tulungagung untuk turut menurunkan kemiskinan ekstrem. Disebutkannya, angka kemiskinan ekstrem di Jatim turunnya ekstrem sekali termasuk di Tulungagung yang jumlahnya nol.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras semua elemen utamanya pada purna Bupati. Maka tolong pak Pj Bupati, prestasi ini dijaga supaya capaian baik ini dijaga dan ditingkatkan," pesannya.

Khofifah juga meminta Pj Bupati Tulungagung terus berkoordinasi intensif dengan Ketua DPRD Tulungagung terkait pembahasan PABD dan RAPBD 2024. Termasuk menjalin koordinasi bersama Dandim, Kapolres dan Kajari serta seluruh Forkopimda membangun suasana kondusivitas yang terus dimaksimalkan.

Hal ini menjadi penting jelang tahun politik dan bulan depan masuk pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres). Dengan demikian, suhu politik sangat mungkin mengalami dinamika.

"Dinamika ini harus dikelola dengan baik karena seperti yang saya sampaikan kemarin, Jatim tidak boleh batuk, kalau batuk dropletnya sampai ibu kota" tutur Khofifah.

"Saya mohon semua bisa berseiring bahwa tidak sekadar capaian ekonomi terbesar kedua secara nasional, tetapi mencakup seluruh sektor mulai Kamtibmas, budaya, sosialnya dan sedulurannya ini harus dijaga semuanya agar apa yang dicapai berseiring dengan bangunan Indonesia yang makin hebat dan berkemajuan," lanjutnya.

Dilantiknya Heru Suseno menjadi Pj Bupati Tulungagung menggantikan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo yang masa jabatannya selesai pada hari ini.

Heru Suseno mengatakan, ia segera melakukan konsolidasi baik intern maupun ekstern untuk melaksanakan program dan kegiatan di Kabupaten Tulungagung, utamanya mencegah stunting dan kemiskinan ekstrem.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.