Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, KBRI Phnom Penh Tangani Kasus Dua WNI Diperlakukan Buruk

📅 Minggu, 24 Sep 2023, 22:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, KBRI Phnom Penh Tangani Kasus Dua WNI Diperlakukan Buruk Doc: ANTARA/HO-KBRI Phnom Penh
Ket. Arsip - Puluhan WNI korban penyekapan oleh perusahaan "online scam" sudah berhasil diselamatkan di Sihanoukville, Kamboja, Sabtu (30/7/2022).

Jakarta - Gerak cepat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mengatakan tengah menangani kasus dua warga negara Indonesia (WNI) yang diperlukan buruk oleh perusahaan yang melakukan penipuan berbasis teknologi daring atauonline scam.

"KBRI Phnom Penh tengah menangani kasus dua WNI yang mengaku diperlakukan buruk oleh perusahaan online scam," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui keterangan dari KBRI Phnom Penh yang diperoleh ANTARA, Jakarta, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan untuk mengonfirmasi sebuah video di media sosial yang menunjukkan dua WNI, dalam keadaan terborgol, meminta pertolongan kepada Pemerintah Indonesia.

Dalam video dari akun @Android-AK-47 di X, sebuah media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, tampak seorang perempuan dan laki-laki, dalam keadaan terborgol, mengaku telah disekap selama beberapa hari tanpa diberi makan dan minum.

Dalam video itu, ada juga seorang pria yang menyebut dirinya sebagai Pangeran Grey mengatakan bahwa kedua WNI itu merupakan warga Purwakarta, Jawa Barat.

Terkait kasus tersebut, Judha mengatakan bahwa saat ini KBRI telah berhasil berkomunikasi dengan kedua WNI, dan berdasarkan pendalaman, mereka berinisial LHF (laki-laki) dan NS (perempuan).

Mereka berada di Bavet, Kamboja, sejak September 2022. Mereka awalnya bekerja di perusahaan judi yang berbasis daring. Namun, pada April 2023 mereka berpindah ke perusahaanonline scam.

Terkait hal itu, Judha mengatakan bahwa KBRI telah berkoordinasi dengan Kepolisian Kamboja dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.