Optometri Sangat Dibutuhkan untuk Cegah Kebutaan
Kamis, 21 Sep 2023, 14:50 WIBJAKARTA - Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) luluskan sarjana terapan optometri. Adapun 42 orang mahasiswa Program Studi Optometri Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida lulus uji kompetensi dan berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Optometri (STr. Optom).
"Program studi Optometri telah menghasilkan para profesional berkualitas, yang tentunya akan berdampak positif pada pelayanan kesehatan mata di masyarakat. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan penglihatan, yang salah satu programnya adalah mencegah kebutaan," ujar Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Ukrida, Antonius Ritchi Castilani, dalam acara kelulusan, di Jakarta, Kamis (21/9).
Antonius mengatakan, Program Studi Optometri jenjang Sarjana Terapan FKIK Ukrida sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, sudah dilengkapi dengan infrastruktur pendidikan modern, seperti dosen dalam dan luar negeri dan kurikulum internasional. Ada pula laboratorium klinik dan perkacamataan serta lensa kontak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang komprehensif agar mampu menghasilkan lulusan terampil dan siap pakai.
"Kepada para lulusan agar siap menghadapi tantangan, mempertahankan etika profesional, berintegritas, dan tetap memiliki semangat pelayanan," jelasnya.
Dia menerangkan, dalam melaksanakan tugas dan peranannya, Optometri tidak bekerja sendiri. Optometri merupakan bagian dari suatu sistem yang melibatkan unsur pelayanan kesehatan bersama dengan dokter mata (ophthalmologist), unsur industri, serta unsur riset dan teknologi, antara lain industri optik termasuk kacamata, lensa kontak, dan farmasi.
Antonius menambahkan, dunia pelayanan Optometri Indonesia masih sangat membutuhkan banyak tenaga optometris agar mampu mengatasi berbagai permasalahan kesehatan penglihatan masyarakat. Sebagai perbandingan, rasio 1 Optometris berbanding penduduk di Amerika antara 5.000-10.000, Kanada antara 6.000-8.000, Inggris 6.000-12.000.
"Dalam perkembangannya, dunia optometri sangat membutuhkan dukungan pemerintah maupun masyarakat, dunia pendidikan dan industri dalam melengkapi segenap struktur maupun infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di bidang Optometri," tandasnya.
Wakil Dekan I FKIK Ukrida, Johannes Hudyono, menyebut, Program Studi Optometri ini sudah berkembang luas di dunia dan Indonesia harus mengejar ketertinggalan yang ada. Di negara tetangga seperti Malaysia misalnya, sudah sedemikian berkembang sampai jenjang pendidikan S3.
Dia menambahkan, kelulusan Optometris pertama di Indonesia tahun ini juga dipersiapkan untuk mendukung kampanye The International Agency for Prevention of Blindness (IAPB) pada World Sight Day tanggal 12 Oktober 2023. Kampanye tersebut mengedepankan tema "Love Your Eyes at Work," yang memfokuskan peranan optometri pada kesehatan mata di tempat kerja.
"Mengingat semakin tingginya intensitas penggunaan mata sebagai organ penglihatan, optometri dibutuhkan agar mampu mendiagnosis dini permasalahan penglihatan akibat kerja, dan mencegah kebutaan," ucapnya.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.