817 Koleksi Museum Nasional Rusak

Rabu, 20 Sep 2023, 01:01 WIB

JAKARTA - Pelaksana tugas (plt.) Kepala Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra, mengungkapkan terdapat 817 koleksi dan benda bersejarah Museum Nasional rusak akibat kebakaran pada Sabtu (16/9) malam lalu. Adapun total koleksi dan benda bersejarah di Museum Nasional sebanyak 194.000 koleksi.

"Terdapat 817 koleksi yang berada dan dipamerkan pada enam ruangan yang terdampak. Koleksi tersebut ditemukan dalam kondisi utuh maupun rusak ringan sampai berat," ujar Mahendra, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Selasa (19/9).

Ket. Foto: Kunjungi Museum Nasional -- Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri saat mengunjungi Museum Nasional atau Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/9). — Sumber: ANTARA/HO-Dok. Istimewa

Dia menerangkan, koleksi yang rusak merupakan koleksi berbahan perunggu, keramik, terakota, dan kayu serta koleksi miniatur dan replika benda prasejarah. Pihaknya telah mengevakuasi koleksi dan benda bersejarah dengan pendampingan pihak kepolisian dan melibatkan tim tenaga ahli khusus serta tim evakuasi koleksi.

Mahendra mengungkapkan, pendampingan penting agar evakuasi dan penyelamatan koleksi dan benda bersejarah yang berada di ruangan terdampak. Menurutnya, proses penanganan kebakaran terutama bagian material bangunan membutuhkan alat berat. "Beberapa koleksi di antaranya tidak mengalami kerusakan atau utuh, sementara yang lain mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi," jelasnya.

Menurut Mahendra, pihaknya akan melakukan inventarisasi untuk memastikan bahwa setiap benda bersejarah tercatat dengan akurat. Koleksi dan benda bersejarah terdampak akan mendapatkan perawatan yang diperlukan selama periode pemulihan ini.

Dia memastikan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan rincian tentang daftar koleksi-koleksi yang terdampak dan langkah penanganan dan restorasi koleksi. Langkah tersebut dilakukan setelah hasil investigasi resmi diperoleh dari Pusat Laboratorium Forensik Polri.

"Kami juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah tenaga ahli untuk dapat bekerja sama dan memberikan dukungan dalam proses penyelamatan dan restorasi seluruh koleksi yang terdampak serta pengelolaan museum dan cagar budaya yang lebih baik kedepannya," katanya.

Proses Identifikasi

Mahendra menerangkan, restorasi dan proses identifikasi seluruh koleksi yang terdampak dari musibah yang terjadi merupakan proses yang terinci dan membutuhkan waktu serta ruang yang cukup dan memadai. Dia berharap, tidak terjadi lagi kejadian serupa ke depannya.

"Sesuai arahan Mas Menteri, kejadian ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan perubahan di MNI agar menjadi jauh lebih baik dan menuju standar permuseuman dunia," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengemukakan koleksi yang ada di dalam Museum Nasional atau Museum Gajah perlu ditelusuri sejarahnya sehingga dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

"Tadi juga Ibu memberikan arahan khususnya mengenai koleksi ini perlu ditelusuri sejarahnya, narasinya dibikin dengan baik sehingga bisa digunakan sebagai sumber belajar," kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid di depan gedung Monumen Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Hilmar juga menyampaikan bahwa Megawati menghormati penyelidikan yang sedang berlangsung atas kebakaran yang terjadi di tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah tersebut.

Saat memantau Museum Nasional, Megawati juga berpesan bagi semua pihak untuk bergotong-royong menangani musibah tanpa harus memandang kepentingan kelompok.

Megawati juga berpesan agar Badan Riset dan Inovasi (BRIN) bisa dilibatkan Kemendikbudristek dalam penanganan usai kebakaran di Museum Nasional pada Sabtu (16/9) malam.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.