Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minum Kopi Baik untuk Kesehatan, Benarkah? Simak Penjelasannya

📅 Senin, 18 Sep 2023, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minum Kopi Baik untuk Kesehatan, Benarkah? Simak Penjelasannya Doc: eatthis.com
Ket. Ilustrasi.

JAKARTA - Menikmati secangkir kopi sebelum atau di sela rehat aktivitas sehari-hari mungkin dapat meningkatkan suasana hati dan membuat pikiran terasa rileks. Namun, apakah kopi baik untuk kesehatan?

Tentu, banyak penelitian telah menyatakan bahwa kopi memiliki segudang manfaat untuk manusia, seperti menambah energi, kesehatan jantung, mengurangi risiko demensia, hingga membantu kesehatan mental. Bahkan, bila dikonsumsi dengan benar kopi dapat membantu seseorang mengurangi berat badan.

Namun, meminum secangkir kopi di pagi hari, cangkir kedua di siang hari, kemudian cangkir tambahan di sore hari, dan seterusnya, tentu akan memiliki efek samping.

Minuman berkafein ini juga tidak cocok untuk semua orang, karena penderita gangguan panik atau hipertensi mungkin harus membatasi jumlah konsumsinya.

Laman Eatthis beberapa waktu lalu menyebutkan bahwamengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat memperburuk gejala kecemasan.

Meskipun tidak semua orang mengalami hal ini, bagi mereka yang mengalaminya, hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi. Hubungan antara kopi dan kecemasan bergantung pada gangguan kecemasan yang dimiliki seseorang dan kepekaan terhadap kafein.

Biasanya, dibutuhkan lebih banyak kafein, sekitar lima cangkir kopi, untuk menimbulkan perasaan panik atau kecemasan pada seseorang, dan ini akan terjadi lebih parah pada orang yang telah memiliki gangguan panik.

Efek samping dari kopi adalah dapat meningkatkan tekanan darah. Para peneliti dari ulasan "Journal of Agricultural and Food Chemistry" mencatat bahwa hasil mereka memiliki arti yang berbeda bagi orang-orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau dikenal sebagai hipertensi.

Faktanya, mereka mengatakan bahwa penderita hipertensi harus memantau kadar kafeinnya dan menghindari kopi dalam jumlah besar, karena kafein dalam minuman ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang tinggi.

Selain itu, melalui laman FK UI, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI yang berpraktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ari Fahrial Syam mengatakan kopi memiliki kandungan kafein yang dapat meningkatkan asam lambung.

Ia menambahkan, di dalam lambung ada keseimbangan antara faktor agresif yang menyebabkan kerusakan secara langsung dan ada pula faktor defensif yang melindungi. Salah satu faktor agresif yang utama adalah asam lambung.

"Meningkatnya asam lambung dapat disebabkan berbagai hal, bisa dari stres dan kafein kalau makanan asam dan pedas sifatnya merusak lambung," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.