Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca-Banjir, Krisis Kemanusiaan ke-2 Membayangi Libya

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasca-Banjir, Krisis Kemanusiaan ke-2 Membayangi Libya Doc: Japan Times/Reuters
Ket. Tim penyelamat dari Mesir membawa jenazah saat mereka berjalan melewati lumpur di antara bangunan yang hancur akibat banjir di Derna, Libya, pada Rabu.

DERNA - Kelompok-kelompok bantuan memperingatkan meningkatnya risiko penyebaran penyakit pasca-banjir yang dapat memperburuk krisis kemanusiaan di Libya. Hal itu seiring dengan hampir pupusnya harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat.

Banjir yang terjadi pada Minggu (10/9) menenggelamkan kota pelabuhan Derna, menghanyutkan ribuan orang dan rumah ke laut setelah dua bendungan di bagian hulu jebol akibat tekanan hujan deras yang dipicu badai kuat.

Para pejabat memberikan keterangan berneda-beda terkait jumlah korban yang tewas. Salah satu pejabat menyebutkan setidaknya 3.840 orang tewas.

Organisasi-organisasi bantuan seperti Islamic Relief dan Doctors Without Borders (MSF) telah memperingatkan, di masa mendatang kita bisa menyaksikan penyebaran penyakit dan kesulitan besar menyalurkan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Islamic Relief memperingatkan akan adanya "krisis kemanusiaan kedua" setelah banjir, yakni meningkatnya risiko penyakit yang ditularkan melalui air, serta kekurangan makanan, tempat tinggal dan obat-obatan.

"Ribuan orang tidak punya tempat untuk tidur dan tidak punya makanan," kata Salah Aboulgasem, wakil direktur pengembangan mitra organisasi tersebut.

"Dalam kondisi seperti ini, penyakit dapat menyebar dengan cepat karena sistem air terkontaminasi," tambahnya."Kota ini berbau kematian. Hampir semua orang kehilangan seseorang yang mereka kenal."

Sementara itu MSF mengatakan pihaknya mengerahkan tim ke wilayah timur untuk menilai air dan sanitasi.

"Dengan kejadian seperti ini kita benar-benar khawatir terhadap penyakit yang berhubungan dengan air," kata Manoelle Carton, koordinator medis MSF di Derna. Pengkoordinasian bantuan menurutnya "kacau".

Namun Palang Merah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, jenazah korban bencana alam jarang menimbulkan ancaman kesehatan.

Permohonan Bantuan

Seorang jurnalis AFP di Derna mengatakan lingkungan pusat di kedua sisi sungai, yang biasanya mengering pada saat-saat seperti ini, tampak seolah-olah ada roller uap yang melewatinya, menumbangkan pepohonan dan bangunan serta melemparkan kendaraan ke pemecah gelombang pelabuhan.

Stephanie Williams, seorang diplomat AS dan mantan utusan PBB untuk Libya, mendesak mobilisasi global untuk mengoordinasikan upaya bantuan setelah banjir dalam sebuah postingan di media sosial.

Dia memperingatkan tentang "kecenderungan kelas penguasa Libya yang predator menggunakan dalih 'kedaulatan' dan 'kepemilikan nasional' untuk mengarahkan proses tersebut dengan cara mereka sendiri dan demi kepentingan pribadi".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.