Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CoC Bukan untuk Selesaikan Sengketa Maritim di Laut Tiongkok Selatan

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
CoC Bukan untuk Selesaikan Sengketa Maritim di Laut Tiongkok Selatan Doc: ANTARA/inquirer.net
Ket. Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut Tiongkok Selatan.

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk bidang Politik Keamanan Michael Tene mengatakan bahwa pedoman tata perilaku (CoC) bukan dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan sengketa maritim di Laut Tiongkok Selatan, melainkan menciptakan lingkungan yang kondusif dan mencegah konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Michael merespons adanya ekspektasi yang tinggi terhadap keketuaan Indonesia dalam ASEAN tahun ini, terutama terkait masalah Laut Tiongkok Selatan.

"Persoalan di Laut Tiongkok Selatan adalah persoalan batas maritim. Anda harus bernegosiasi secara bilateral di antara negara-negara yang memiliki masalah perbatasan -batas maritim- itu tidak bisa diselesaikan melalui CoC," kata Michael dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (15/9).

"CoC dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam melakukan negosiasi secara bersahabat dan mencegah terjadinya konflik terbuka" tegasnya.

Laut Tiongkok Selatan hingga saat ini masih menjadi titik panas permasalahan di kawasan. Tiongkok mengklaim hampir seluruh perairan di Laut Tiongkok Selatan. Negara-negara anggota ASEAN yang juga memiliki klaim teritorial di wilayah tersebut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

ASEAN dan Tiongkok telah sejak lama berusaha merumuskan CoC yang mengikat secara hukum guna menghindari konflik antarnegara yang saling bersengketa di wilayah tersebut.

Langkah yang telah dilakukan ASEAN dan Tiongkok dalam menyelesaikan sengketa Laut Tiongkok Selatan adalah penandatangan Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration of Conduct/DoC) pada 2002. DoC merupakan perjanjian tidak mengikat yang menguraikan prinsip-prinsip penyelesaian sengketa secara damai di perairan tersebut.

DoC meminta para pihak untuk menahan diri dari aktivitas-aktivitas yang dapat mengancam atau mengerahkan pasukan, menyelesaikan perselisihan secara damai melalui dialog dan konsultasi, dan menghormati kebebasan berlayar dan terbang.

Penyusunan DoC menjadi pintu masuk untuk menyusun suatu dokumen pedoman tata perilaku di Laut Tiongkok Selatan.

Selama keketuaan Indonesia, negosiasi CoC telah sampai pada tahapansecond readingatau pembahasan negosiasi putaran kedua.

Indonesia telah menjadi tuan rumah perundingan negosiasi CoC antara ASEAN dan Tiongkok pada Maret lalu. Pada akhir 2023 ini, Indonesia berencana kembali menjadi tuan rumah putaran negosiasi CoC selanjutnya.

Michael menegaskan bahwa negosiasi CoC adalah proses yang rumit dan panjang sehingga tidak masuk akal jika mengharapkan pedoman tata perilaku itu dapat selesai pada masa keketuaan Indonesia tahun ini.

Namun, dia mengatakan ASEAN dan Tiongkok berkomitmen untuk menyelesaikan CoC, yang diharapkan dapat mendorong perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.