Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto: BKKBN Tekankan Pentingnya KB dalam Upaya Mewujudkan Keluarga Sehat

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: BKKBN Tekankan Pentingnya KB dalam Upaya Mewujudkan Keluarga Sehat Doc: bkkbn.go.id

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan pentingnya Program Keluarga Berencana atau KB dalam upaya untuk mewujudkan keluarga yang sehat.

Pada acara bertajuk Gotong Royong Penanganan "Stunting" di Puskesmas Jepon I, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (10/9), Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan kontrasepsi dalam Program KB membantu menurunkan risiko kematian ibu dan bayi hingga mencegah stunting.

"Dengan ber-KB maka ada jeda bagi ibu untuk melakukan pemulihan pada tubuhnya dan kembali siap untuk hamil dan melahirkan," kata Hasto sebagaimana dikutip dalam siaran pers BKKBN di Jakarta, Senin (11/9).

Penggunaan alat kontrasepsi memungkinkan pasangan suami-istri mengontrol kelahiran anak sesuai dengan keinginan dan kemampuan, membantu mencegah kehamilan yang tidak diharapkan, serta memberi pasangan cukup waktu untuk mempersiapkan diri secara fisik, emosional, dan finansial untuk memiliki anak lagi.

Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi dapat mengurangi risiko komplikasi kesehatan pada ibu dan anak serta memungkinkan ibu untuk memulihkan diri dengan baik setelah kelahiran anak pertama dan mencapai kesehatan yang optimal sebelum hamil lagi.

Program KB yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko kehamilan berisiko tinggi, seperti kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua, serta risiko kelahiran prematur.

"Usia maksimal kehamilan itu di 35 tahun, kalau sudah di atas usia 35 tahun jadinya berisiko tinggi, bisa terjadi kematian pada ibu, bayi, atau munculnya stunting," kata Hasto.

Dalam acara Gotong Royong Penanganan "Stunting" di Blora, Hasto juga berdialog dengan para akseptor Program KB dan mengampanyekan konsep "Dua Anak Lebih Sehat".

"Konsep 'Dua Anak Lebih Sehat' ini berdasarkan bukti dan analisis ilmiah. Angka kematian bayi dari ibu yang memiliki satu sampai dua anak dibandingkan kehamilan tiga anak atau yang melahirkan lebih dari lima anak menunjukkan perbedaan signifikan," kata dia.

Selama berada di Puskesmas Jepon I, Hasto meninjau fasilitas pelayanan kontrasepsi, membantu memasang alat kontrasepsi, serta berdialog dengan anggota Tim Penggerak Keluarga (TPK).

"Tim Penggerak Keluarga ini hebat-hebat, tetap dikawal terus ibu-ibu hamilnya ya, jogo tonggone (dijaga tetangganya), jangan sampai tetangga sebelah hamil kita enggak tahu," kata dia.

Acara Gotong Royong Penanganan "Stunting" di Puskesmas Jepon I mencakup pemasangan alat kontrasepsi pada 22 akseptor, yang terdiri atas sembilan pengguna alat kontrasepsi IUD dan 13 pengguna alat kontrasepsi implan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.