Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantap, BKKBN Gandeng Organisasi Buddhis Jadi Bunda Asuh Anak Stunting

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantap, BKKBN Gandeng Organisasi Buddhis Jadi Bunda Asuh Anak Stunting Doc: Antara/HO
Ket. Program Jakarta Beraksi (bersama atasi stunting) dicanangkan pada Jumat (8/9/2023) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mardani Asri, Jakarta Pusat.

Jakarta - Mantap, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng organisasi Wanita Buddhis Indonesia (WBI) di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, untuk menjadi bunda asuh anak stunting (BAAS).

"Seperti yang kita ketahui, stunting tidak mungkin bisa teratasi jika kita bekerja sendiri. Kita harus bekerja sama, dan secara khusus dalam program BAAS ini ada paket pemberian makanan tambahan. Kalau di program ini sifatnya adalah pemulihan, utamanya pada sasaran anak stunting supaya tidak stunting lagi," ujar Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Program yang bertajuk "Jakarta Beraksi (bersama atasi stunting)" dicanangkan pada Jumat (8/9) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mardani Asri, Jakarta Pusat, dan akan berlangsung selama tiga bulan dengan program pemulihan anak yang terindikasi stunting.

Menurut Dwi, format kegiatan BAAS di Kelurahan Cempaka Putih Barat sangat bagus, karena tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga melakukan pengawasan dengan kartu kendali agar bantuan benar-benar diterima oleh para balita sasaran. Ia berharap, program ini selanjutnya bisa menyasar para ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).

"Di sini luar biasa, ada kartu kendali dimana kadernya secara interaktif melaporkan bahwa ini (bantuan) sudah diberikan. Mudah-mudahan juga ada laporan kalau ini sudah dimakan, jangan sampai kalau sudah diantar ke rumah, yang makan bapak atau ibunya. Karena kalau stunting itu harus dipantau supaya apa yang sudah dibantu oleh donatur bisa betul-betul sampai ke sasaran mulut yang menerima," katanya.

Selain itu, ia berpesan agar para orang tua bisa memikirkan tumbuh kembang anaknya dengan merencanakan kehidupan berkeluarga untuk memenuhi hak semua anak.

Sementara, Ketua Umum WBI Lucy Halim yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa WBI sangat berkomitmen untuk ikut berpartisipasi menurunkan stunting demi masa depan anak-anak Indonesia.

"Setelah dengar ini (stunting) saya berpikir saya harus membuat satu gerakan sosial yang bisa membantu mengurangi anak stunting demi negara kita. Oleh karena itu, saya kumpulkan seluruh wanita Indonesia Buddhis harus ikut berdana, harus satu orang untuk satu anak, selama enam bulan. Jadi, kita bisa mengumpulkan banyak untuk kegiatan sosial ini," ucapnya.

Selain BAAS, WBI juga mempunyai program bimbingan perkawinan bagi para calon pengantin.

"Program kami dari WBI yang paling penting itu bimbingan perkawinan, karena kita membimbing anak-anak remaja yang baru menikah. Kita membimbing mereka bagaimana mengatasi ekonomi, mengatasi rumah tangga mereka, supaya mengurangi perceraian," tuturnya.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma yang turut hadir juga menyampaikan pentingnya kesiapan sebelum pernikahan.

"Yang terpenting adalah sebelum memasuki jenjang perkawinan, di situ kita sudah melakukan intervensi mulai dari kelompok remajanya sampai mau menikah. Kemudian, pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, di situlah titik penting anak akan menjadi stunting atau tidak, yang penting di sini adalah semangat kepedulian kita semua," kata Dhany.

Menurutnya, kunci penanganan stunting adalah kolaborasi semua sektor.

"Kuncinya penanganan stunting tidak bisa hanya satu sektor saja, tetapi melibatkan semua sektor," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.