Perguruan Tinggi Harus Evaluasi Diri agar Sesuai dengan Kebutuhan Industri

Rabu, 06 Sep 2023, 17:14 WIB

JAKARTA - Perguruan tinggi (PT) perlu mereformasi dirinya sendiri. Saat ini banyak materi perkuliahan yang diajarkan kampus ternyata sudah tidak sejalan lagi dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Ket. Foto: Pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan President University (Presuniv) selama sepekan pada Agustus lalu. — Sumber: Istimewa.

Di sisi lain, DUDI juga tengah mereformasi bisnisnya dari yang semula berbasis Industry 3.0 menuju Industry 4.0, dan bahkan Society 5.0. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk berani merombak sistem pendidikannya agar lebih sejalan dengan kebutuhan DUDI.

Salah satu isu penting dalam reformasi sistem pendidikan adalah masalah pemimpin dan kepemimpinan. Pemimpin harus berani mereformasi dirinya sendiri terlebih dahulu, termasuk kepemimpinannya. Hanya dengan cara seperti, suatu perguruan tinggi akan bisa melakukan reformasi guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan DUDI.

Demikian ditegaskan oleh Rektor Presuniv Chairy saat membuka pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan President University (Presuniv) selama sepekan, beberapa waktu lalu.

Kata Chairy, Universitas harus berani meninggalkan beragam pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lama yang sekarang ini sudah tidak dibutuhkan lagi. "Apalagi sekarang ini semakin banyak saja jenis-jenis pekerjaan yang hilang, dan digantikan oleh mesin. Maka, untuk merespon perkembangan tersebut, universitas harus adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri,"ucapnya

Pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi yang digelar di ruang 429, Gedung A lantai 4, Kampus Presuniv di Jababeka Education Park, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, ini merupakan bagian dari program yang dikelola oleh konsorsium iHiLead atau Indonesia Higher Education Leadership. Konsorsium ini terdiri dari tujuh universitas asal Indonesia, dan tiga universitas dari Uni Eropa.

Pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui reformasi pemimpin dan kepemimpinannya. Sasaran akhir pelatihan adalah agar kualitas lulusan universitas semakin mampu menjawab kebutuhan DUDI yang sangat dinamis.

Indonesia saat ini memasuki era Industry 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi, khususnya teknologi digital. Di sisi lain, menurut Prof. Budi Susilo, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang dikelola dengan cara-cara lama.

"Sistem pendidikannya masih memakai pola-pola yang merupakan peninggalan masa lalu. Belum adaptif terhadap kemajuan yang terjadi di dunia industri dan mengadopsi perkembangan teknologi," ungkap Budi Susilo, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden

Maka lanjut Budi, tak heran jika banyak pengetahuan dan keterampilan lulusan perguruan tinggi yang kurang sesuai dengan kebutuhan DUDI. Ini kemudian tercermin dari masih tingginya lulusan perguruan tinggi yang menganggur.

Menurut paparan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 143,72 juta orang atau naik 3,57% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 5,86%, atau turun 0,63% dibandingkan dengan Agustus 2021.

Kondisi semacam ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena berpotensi mengancam tercapainya target Indonesia Emas pada 2045. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menggelar program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang salah satu jenis kegiatannya adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengikuti program magang di berbagai perusahaan. "Lewat program ini mahasiswa bisa belajar langsung dari DUDI, sehingga setelah lulus bisa langsung siap kerja. Program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan lulusan perguruan tinggi oleh DUDI," tutupnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.