• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Langkah Tindakan untuk Ata...

Langkah Tindakan untuk Atasi Kebotakan Rambut

Rabu, 06 Sep 2023, 20:24 WIB

JAKARTA - Kesehatan kulit kepala dan rambut menjadi hal yang penting untuk setiap orang. Hal ini karena berbagai masalah kesehatan kulit kepala dan rambut sangatlah mengganggu dan seringkali mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

"Kerontokan rambut merupakan salah satu masalah rambut yang paling sering dialami. Masalah ini dapat menyebabkan kebotakan (Alopecia) jika terjadi secara berlebihan," ujar Dokter Spesialis Kulit, Kelamin dan Estetika Bamed, dr. Mohammad Yoga Adi Waskito, Sp.D.V.E, S, dalam konferensi pers menyambut Ulang Tahun ke-13 Bamed di Jakarta Rabu (6/9).

Ket. Foto: botak — Sumber: istimewa

Setiap jenis kerontokan rambut kada dr Yoga, membutuhkan penanganan yang berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Oleh karena itu, dibutuhkan diagnosa yang tepat agar tindakan yang dilakukan dokter bisa sesuai.

"Penyebab kelainan pada rambut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu bawaan (genetik) dan didapat. Faktor penyebab yang dapat mencakup efek samping obat, efek hormon, setelah melahirkan, stres, dan perawatan rambut yang salah," ungkapnya.

Sering mewarnai rambut, mencuci rambut secara berlebihan, menyisir rambut berlebihan, pemanasan rambut dengan suhu tinggi dan berulang kali, dan sering berjemur di bawah sinar matahari dapat menjadi penyebab rambut rusak dan rontok.

Sedangkan Alopecia Androgenetica (AGA) merupakan kebotakan yang disebabkan oleh pengaruh hormonal. AGA terjadi pada hampir 50 persen penduduk dunia. Sekitar 50 persen pria dan 35 persen wanita akan mengalami AGA pada umur 50 tahun.

"Selanjutnya ada yang disebut Alopecia Areata (AA) yaitu kebotakan setempat yang disebabkan oleh kondisi autoimun. Permasalahan ini terjadi pada 2,11 persen penduduk dunia," terang dia.

Khusus di Indonesia, lima permasalahan rambut terbanyak adalah sebagai berikut, Alopecia Areata (50 persen), Alopecia Androgenetica (31,2 pesen), Telogen Effluvium (14 persen), Alopecia Cicatricial (3,1 persen) dan Trikotilomania (1,6 persen).

Dokter Spesialis Kulit, Kelamin dan Estetika Bamed dr. Firman Parrol, Sp.D.V.E menuturkan, terdapat beberapa cara menangani kebotakan atauhair losstanpa transplantasi yang bisa dilakukan yaitu, penggunaan penumbuh rambut. Salah satu penumbuh rambut yang sudah terbukti efikasinya adalah Minoxidil.

"Minoxidil berfungsi untuk mencegah penipisan rambut dan memicu pertumbuhan rambut baru dengan cara memperpanjang Fase Anagen pada rambut (fase pertumbuhan rambut)," terang dia.

Cara kedua adalah Low Laser Therapy (terapi laser cahaya rendah). Terapi ini telah terbukti efikasinya dalam membantu pertumbuhan rambut pada berbagai kasus kerontokan rambut. Cahaya yang dihasilkan memiliki panjang gelombang 655 nm dapat meningkatkan produksi sel-sel rambut.

Penggunaan obat anti-androgen, beberapa obat anti-androgen dapat membantu menghambat aktivitas Hormon DHT (dihidrotestosteron) yang menyebabkan kebotakan pada pria maupun wanita. PRP & Stem Hair Therapy yang berfungsi untuk mempertebal dan merangsang pertumbuhan sel-sel rambut, dan perawatan rambut secara menyeluruh.

Lebih lanjut dr. Firman mengatakan, transplantasi rambut merupakan sebuah metode pengambilan rambut sehat dari donor untuk dipindahkan ke area yang mengalami kebotakan. Transplantasi rambut tidak hanya dilakukan untuk rambut kepala, namun juga dapat dilakukan pada area seperti jenggot, alis, dan lainnya.

Terdapat dua teknik transplantasi rambut, yaitu Follicular Unit Transplantation (FUT) dan Follicular Unit Extraction (FUE). Masing-masing teknik memiliki keunggulan dan dapat digunakan untuk transplantasi rambut di area selain kepala, dapat dilakukan walaupun area skalp minim, risiko kerusakan saraf dan perdarahan minimal. Salah satu perkembangan terbaru dalam teknik FUE adalah FUE Sapphire.

"Kelebihan teknik baru ini adalah hasil lebih natural, sangat aman, terdapat efek antibacterial sehingga proses penyembuhan lebih cepat dan risiko infeksi setelah tindakan sangat kecil, risiko alergi kecil, lebih presisi, penyembuhan lebih cepat, dan tidak merusak jaringan kulit," ujar dia.

Transplantasi rambut dapat dilakukan untuk beberapa kondisi seperti Alopesia Andogenetika pada pria, Femalepattern hair loss,Alopesia Skar Sekunder (pasca trauma, luka bakar, radioterapi, bedah), Alopesia Triangular Temporal, mundurnya garis rambut frontalis dan Alopesia akibat traksi, alis rontok (trauma, pasca bedah, dicabuti) dan kerontokan bulu mata, janggut, bulu pubis.

Dokter Firman menegaskan transplantasi rambut memiliki banyak manfaat. Pertama membuat penampilan yang lebih baik dan alami bagi yang mengalami kebotakan atau penipisan rambut. Pertumbuhan rambut baru dari folikel cenderung permanen, dan dapat mengurangi kerontokan rambut.

"Penting untuk diketahui bahwa hasil transplantasi rambut dapat bervariasi tergantung pada faktor individu, seperti tingkat kebotakan, kualitas donor rambut, kondisi kulit kepala, serta kepatuhan terhadap instruksi dokter dalam merawat rambut yang telah ditransplantasi," jelasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.