Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Bisa Mulai Diajarkan Berbagi Sejak Usia Tiga Tahun

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 23:23 WIB | Oleh:
Anak Bisa Mulai Diajarkan Berbagi Sejak Usia Tiga Tahun Doc: Istimewa

Psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Feka Angge Pramita, M.Psi., berpendapat anak-anak bisa mulai diajarkan berbagi paling tidak saat dia menginjak usia tiga tahun namun sifatnya perkenalan.

"Jadi mulai dari usia itu dengan banyaknya pengalaman untuk berbagi maka akan membuat anak tahu bagaimana rasanya berbagi dengan orang lain," ujar dia saat dihubungi ANTARA, Selasa.

Salah satu kiat mengajarkan anak berbagi yakni dengan memberikan contoh. Orang tua atau orang dewasa di sekitar anak menunjukkan kegiatan berbagi yang dilakukan dan sebisa mungkin melibatkan anak dalam mempersiapkannya.

Menurut Feka, dengan melibatkan anak selama proses mempersiapkan kegiatan berbagi atau beramal bisa menjadi pengalaman untuk dia. Pengalaman itu yang nantinya membuat anak semakin sadar atau mengenali apa yang dia lakukan.

"Misalkan orangtua ingin berbagi sesuatu libatkan anak dalam prosesnya bukan ketika dalam membaginya dan ini perlu diulang-ulang sebenarnya," kata Feka.

Feka menuturkan satu hal penting yang perlu orang tua atau orang dewasa di sekitar anak lakukan saat mengajarkan anak berbagi yakni menggali apa yang dirasakan anak dan makna yang dia dapatkan dari kegiatan berbagi itu.

"Yang terpenting ketika dia sharing sesuatu yang dimiliki dengan orang lain maka kita sebagai orang dewasa di sekitar anak perlu menggali juga apa yang dirasakan anak ketika berbagi, makna apa yang didapatkan anak. Penting untuk kita menggali perasaan anak," jelas dia.

Sementara itu, mengenai upaya menumbuhkan empati pada anak, Feka mengatakan ini perlu didasari kemampuan mereka tahu tentang perasaan orang tersebut. Ketika anak sudah mengetahui perasaan orang lain maka barulah mereka bisa beranjak memiliki perasaan empati.

"Perasaan empati perlu didasari perasaan terhadap bagaimana dia mengenal dirinya, memahami apa yang dia dan orang lain rasakan. Bagaimana dia bisa memiliki perasaan terhadap yang dialami orang lain," jelas Feka.

Empati merupakan kemampuan individu termasuk anak menempatkan diri pada perasaan orang lain. Dalam mengenalkan empati pada anak, orangtua bisa mengenalkan tentang membantu seseorang yang memerlukan bantuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.