Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Hoaks, Kemenkominfo Intensif Pantau Ruang Digital Jelang Pemilu

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Hoaks, Kemenkominfo Intensif Pantau Ruang Digital Jelang Pemilu Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong.

Semarang - Kementerian Komunikasi dan Informatika kian intensif memantau ruang digital untuk mengantisipasi hoaks politik yang berpeluang marak bermuncullan menjelang perhelatan Pemilihan Umum 2024.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansongdi Semarang, Sabtu, mengatakan pemantauan ruang digital dilakukan secara ketat.

Berkaca dari pengalaman Pemilu 2019, pada Agustus 2018 terpantau ada 14 hoaks politik, tetapi satu bulan menjelang pemilu, tepatnya Maret 2019, naik menjadi 327 hoaks yang ditemukan.

"Pada bulan April 2019 atau saat pemilu ada sedikit penurunan, yakni 277 hoaks. Dengan melihat data itu, kami harus antisipasi sekarang," kata Usmandi sela Konvensi Humas Indonesia 2023.

Konvensi Humas Indonesia 2023 yang diselenggarakan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) diikuti 300 peserta dari BPC Perhumas se-Indonesia, praktisi humas, akademisi, mahasiswa, dan umum.

Menurut Usman, Kemenkominfo bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melakukan pemantauan dan pengawasan ruang digital, terutama menjelang Pemilu 2024.

"Kemenkominfo terus memantau ruang digital. Kalau kami menemukan hoaks politik, tentu kami akan take down(turunkan). Tapi, dalam mengambil langkah take down harus bekerja sama dengan Bawaslu," katanya.

Hal itu karena ada beberapa konten yang kategoripelanggarannya masih abu-abu antara kampanye negatif atau hoaks politik sehingga perlu dimintakan pendapat dari Bawaslu.

"Kalau ada konten-konten yang katakanlah dispute, artinya masih abu-abu, apakah hoaks politik ataukah negativecampaign, kami harus meminta pendapat Bawaslu," katanya.

Usman yang juga Penasihat Perhumasmenegaskan bahwa hoaks politik sangat berbahaya karena bisa menimbulkan polarisasi di masyarakat dan menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia.

"Untuk menjaga demokrasi di ruang digital, kami melakukan pemantauan secara ketat dan kalau menemukan hoaks politik maka kami akan mintakan platform untuk men-take down," ujarnya.

Media sosial yang dipantau oleh Kemenkominfo, kata Usman, adalah yang bersifat publik, seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan Tiktok. Sedangkan yang bersifat privat, seperti WhatsApp, MiChat, dan Telegram tidak bisa langsung dipantau.

"Oleh karena itu, kami meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan kalau ada indikasi ada suatu konten, pesan, dalam aplikasi yang sifatnya privat untuk dilaporkan kepada Kemenkominfo," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.