Antisipasi Kebakaran Hutan, BMKG Imbau Warga Kalteng Waspadai Potensi Karhutla
Jumat, 01 Sep 2023, 17:34 WIBPalangka Raya - Antisipasi kebakaran hutan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah meminta warga provinsi setempat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Apalagi hingga tiga hari ke depan tidak didapati tanda-tanda turun hujan," kata Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya Alfandy di Palangka Raya, Jumat.
Kondisi tersebut menjadikan lahan di wilayah Kalimantan Tengah semakin kering sehingga sangat mudah terjadi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
"Untuk itu, warga juga agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun. Jika sudah terbakar, lahan gambut akan sangat sulit untuk dipadamkan, bahkan akan sangat mudah menjalar," katanya.
Dia menambahkan, berdasar data hasil perkiraan cuaca, selama beberapa hari ke depan diperkirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah umumnya cerah berawan.
Suhu udara berkisar antara 21 hingga 35 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 45-95 persen. Sementara angin umumnya bertiup dari Tenggara menuju ke arah Selatan dengan kecepatan berkisar antara 10-20 km/jam.
Kondisi tersebut juga bisa menjadikan kabut asap kebakaran lahan dapat yang mulai terlihat di wilayah Kota Palangka Raya pada pagi hari menyebar luas.
Sehingga, sangat berpotensi menurunkan kualitas udara di wilayah Kota Palangka Raya yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo meminta warga di daerah setempat mewaspadai potensi penurunan kualitas udara dampak musim kemarau dan karhutla.
"Fenomena munculnya asap dampak karhutla akan menurunkan kualitas udara menjadi tidak sehat. Kondisi ini yang harus selalu dipantau masyarakat saat akan beraktivitas di luar rumah," katanya.
Andjar mengatakan, penurunan kualitas udara yang parah akan berdampak langsung pada kesehatan manusia, terlebih pada mereka yang masuk kategori rentan dan penderita penyakit degeneratif.
Mereka yang masuk kategori rentan ini seperti bayi, anak di bawah lima tahun (balita), dan orang lanjut usia. Sementara penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu.
Berita Terkait:
-
Karhutla Meluas, BMKG Deteksi Lonjakan 2.671 Titik Panas di Sumatera
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Truk dan Bus Tak Bisa Sembarangan Antre Mengisi BBM, Macet di Makassar Mulai Terurai
-
Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun
-
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dorong Literasi 3S untuk Siapkan Generasi Emas 2045.
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
-
BNPB: 209,78 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan dan Sumatra Masih Proses Pemadaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.