Mahuchikh asal Ukraina Juara Dunia Lompat Tinggi

Selasa, 29 Agu 2023, 06:35 WIB

BUDAPEST - Yaroslava Mahuchikh mengakhiri Kejuaraan Atletik Dunia dengan mengamankan medali emas pertama Ukraina, Senin (28/8). Di perlombaan lain, Jakob Ingebrigtsen, menunjukkan ketangguhannya untuk mempertahankan gelar nomor lari 5.000 m.

Hari terakhir ajang yang berlangsung di Budapest, Hungaria itu, Mary Moraa dari Kenya mematahkan rekor dunia milik atlet Amerika Serikat, Athing Mu, di nomor lari 800 m putri.

Ket. Foto: Yaroslava Mahuchikh raih medali emas I Peraih medali emas, Yaroslava Mahuchikh dari Ukraina merayakan dengan bendera nasional dan medali setelah final lompat tinggi putri dalam Kejuaraan Atletik Dunia di National Athletics Centre, Budapest, Senin (28/8). — Sumber: Ben Stansall / AFP

Sama seperti Ingebrigtsen yang menunjukkan ketangguhan setelah kecewa karena gagal meraih medali emas nomor 1.500 m kejuaraan dunia kedua berturut-turut, hal sama juga dialami Femke Bol dari Belanda.

Lebih dari sepekan setelah terjatuh jelang garis finis dengan medali emas di depan mata nomor lari estafet 4x400 m campuran, Bol tampil impresif melewati pelari Inggris dan Jamaika. Dia mengamankan gelar untuk tim estafet 4x400m putri Belanda.

Di nomor yang dilombakan di lapangan, Neeraj Chopra dari India meraih emas lempar lembing putra untuk menambah mahkota dunia itu ke gelar Olimpiade yang telah diraihnya. Di nomor lompat tinggi, Mahuchikh, meraih kemenangan dengan lompatan setinggi 2,01m. Juara bertahan asal Australia Eleanor Patterson finis di posisi kedua.

Rekan senegaranya Maryna Bekh-Romanchuk gagal meraih emas nomor lompat jangkit di awal kejuaraan ketika atlet Venezuela Yulimar Rojas melakukan upaya terakhir yang menakjubkan. "Saya harus memenangkan medali emas ini untuk negara dan rakyat Ukraina yang masih berjuang demi perdamaian," ujar Mahuchikh.

"Berkat mereka, kami memiliki kemungkinan untuk bersaing di arena internasional dan mengibarkan bendera," sambungnya. Di nomor lari 5.000 m, Ingebrigtsen harus berjuang keras untuk melewati atlet Spanyol Mohamed Katir. Saat melewati garis finis, dia mengepalkan tinju dan meletakkan jari di pelipisnya. "Gelar ini sangat berarti setelah kalah lagi di nomor 1.500 m," ujar atlet asal Norwegia itu.

Pahit-Manis

Dia belum berada dalam kondisi terbaik, namun punya motivasi dan mendapat dukungan besar. Secara keseluruhan pekan ini terasa pahit dan manis. Dia tidak senang karena gagal dan belum pernah mengalaminya. Tapi ini adalah cara yang baik untuk mengakhirinya.

Katir menerima kekalahannya karena mengalami peningkatan setelah hanya meraih medali perunggu tahun lalu. "Saya memberikan semuanya kali ini," ujarnya. Di nomor lain, Moraa melompati garis finis dengan kegembiraan. Keely Hodgkinson dari Inggris yang berada di peringkat kedua setelah Moraa di Commonwealth Games tahun lalu. Dia sekali lagi harus puas dengan medali perak seperti diraih di Olimpiade Tokyo dan final kejuaraan dunia tahun lalu.

"Setelah perunggu tahun lalu, saya ingin meningkatkan hasil dan melakukannya," ujar Moraa. Semua orang yang tampil di final begitu cepat. Dia tahu harus menyelesaikannya dengan cepat. Mpraa bangkit dari ketertinggalan dan berhasil melakukannya.

Sementara itu, atlet India, Chopra, mengatakan mimpinya menambahkan gelar juara dunia ke mahkota Olimpiade terwujud setelah menang dengan lemparan terbaik sejauh 88,17 m. Dia akan memiliki lebih banyak follower di India. Chopra sudah memiliki 6,3 juta pengikut di Instagram. Tapi dia mengakui, tidak sering menggunakan media sosial.

"Ada begitu banyak orang India. Saya pikir setelah kemenangan ini akan ada lebih banyak orang yang mem-follow," sambungnya. Winfred Mutile Yavi, atlet Kenya kelahiran Bahrain, meraih kemenangan nomor lari halang rintang 3.000 m putrid. Dia mengalahkan dua mantan rekan senegaranya. Amerika yang menyelesaikan kejuaraan dunia dengan medali emas lari estafet 4x400m putra, menduduki puncak klasemen. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.