Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harus Hati-hati, Dinkes Mukomuko Tangani 25 Kasus DBD selama Agustus

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 02:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Hati-hati, Dinkes Mukomuko Tangani 25 Kasus DBD selama Agustus Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Petugas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mengambil sampel darah warga yang suspect DBD, Jumat (25/8/2023).

Mukomuko - Harus hati-hati, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menangani sebanyak 25 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama bulan Agustus 2023.

"Dari sebanyak 25 kasus DBD, sebanyak 14 kasus DBD di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, sisanya di sejumlah wilayah daerah ini," kata Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Sabtu.

Ia mengatakan, kasus DBD meningkat drastis pada bulan Agustus 2023 terutama di Desa Lubuk Sanai berdasarkan hasil tes cepat DBD terhadap warga di wilayah yang ditemukan kasus penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

Dari sebanyak 25 kasus DBD di daerah ini pada bulan Agustus 2023, katanya, satu orang pasien DBD dari wilayah Desa Lubuk Sanai meninggal dunia.

Dengan adanya penambahan sebanyak 25 kasus DBD pada bulan Agustus 2023, sehingga jumlah kasus DBD terhitung mulai bulan Januari 2023 sampai sekarang mencapai 37 kasus.

Ia mengatakan, upaya dilakukan Dinas Kesehatan dalam menangani kasus DBD tersebut, dengan penyelidikan epidemiologi (PE) di lokasi rumah warga yang dinyatakan positif DBD.

Selain itu, petugas kesehatan dari puskesmas juga membagikan larvasida kepada warga, sebagai upaya memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue.

"Pemberian larvasida dilaksanakan oleh puskesmas untuk membunuh jentik nyamuk penular DBD di rumah-rumah," ujarnya.

Dinkes juga akan melakukan pengasapan secara massal di lokasi rumah warga yang meninggal akibat DBD, guna mencegah meluasnya penyakit demam berdarah dengue di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, saat ini sedang melakukan survei demam secara massal untuk mendeteksi dini penderita penyakit DBD di daerah ini agar bisa dilakukan penanganan segera.

Ia mengatakan, survei demam secara massal ini tidak hanya dilakukan di wilayah Desa Lubuk Sanai, tetapi juga di seluruh desa yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini.

"Kita melakukan survei demam meliputi seluruh wilayah di daerah ini. Kita ada petugas puskesmas yang membantu melalukan survei demam terhadap warga di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan, petugas kesehatan yang tersebar di seluruh puskesmas di daerah ini selain melakukan survei demam sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga yang mengalami demam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.