Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kuningan: Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Sudah Padam

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 22:10 WIB | Oleh:
BPBD Kuningan: Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Sudah Padam Doc: ANTARA/HO-F Rohman
Ket. Petugas terus memantau lahan hutan Gunung Ciremai yang terbakar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (27/8).

KUNINGAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyampaikan bahwa kebakaran yang melanda kawasan hutan di Gunung Ciremai sudah padam setelah tiga hari dilakukan upaya pemadaman bersama.

"Kebakaran sudah berhasil diatasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu kepada wartawan di Kuningan, Minggu.

Ia menuturkan kebakaran hutan terjadi sejak Jumat (25/8) siang, kemudian dilakukan upaya pemadaman oleh petugas dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan petugas gabungan lainnya, hingga kobaran api bisa dipadamkan.

Ia menyebutkan ada lima titik kobaran api yang membakar hutan. Tiga titik masih terus dipantau dan dipastikan tidak kembali muncul kobaran api yang menjalar ke kawasan hutan lainnya.

"Sampai hari ini yang menjadi perhatian kita adalah di Karang Dinding, Cileutik, dan Panja Koma. Dari lima titik, kita mengerucut di tiga daerah itu," kata Indra.

Ia menyampaikan bahwa kebakaran hutan itu dilaporkan telah menghanguskan lahan sekitar 100 hektare, namun saat ini masih terus dicek di lapangan agar hasilnya akurat untuk dasar dilakukan rehabilitasi.

Terkait kepulan asap yang masih terlihat di beberapa titik, kata Indra, hal itu merupakan dampak dari hasil pemadaman yang sudah dilakukan oleh petugas.

"Untuk sementara sudah tidak ada titik api, kalau ada kepulan asap itu memang muncul selesai pemadaman," katanya.

Meskipun kebakaran hutan sudah padam, kata dia, jajarannya maupun seluruh petugas gabungan tetap siap siaga untuk mengantisipasi dan melakukan upaya apabila kembali muncul kobaran api di wilayah itu.

Pemkab Kuningan, lanjut dia, sudah menetapkan Status Siaga Darurat kekeringan dan lahan sebagai langkah strategis untuk melakukan penanggulangan dengan cepat dan tepat.

"Pada saat ini di Kabupaten Kuningan kita sudah menetapkan Status Siaga Darurat kekeringan dan lahan, sehingga langkah-langkah strategis bisa dilakukan," katanya.

Kebakaran hutan tersebut merusak tanaman alang-alang, kaliandra, dan semak belukar yang mudah terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.