Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Turki, Mahfud MD Bahas Soekarno, Kemal Ataturk, dan Lahirnya Pancasila

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Turki, Mahfud MD Bahas Soekarno, Kemal Ataturk, dan Lahirnya Pancasila Doc: ANTARA/HO-Humas Kementerian Koordinator Bidang Pol
Ket. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD di Konsulat Jenderal RI di Istanbul, Jumat (25/8/2023).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD membahas Soekarno, Kemal Ataturk, dan lahirnya Pancasila bersama para mahasiswa dan warga Indonesia di Ankara dan Istanbul, Turki.

Di sela-sela kunjungannya ke Turki itu, Mahfud menyampaikan bahwa di Ankara ada Jalan Soekarno, karena eratnya hubungan dalam gagasan Soekarno tentang NKRI dengan ideologi Turki di kala itu.

"Tidak berlebihan di Turki ada Jalan Bung Karno, karena langkah-langkah pemikiran yang dibuat Bung Karno tentang Pancasila adalah sintesis Turki lama (Ottoman) dan Turki baru (Kemal Ataturk). Bukan meniru, tapi ide yang lahir sebagai bentuk sintesa berupa NKRI," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (26/8).

Bahkan, Mahfud juga menyempatkan diri untuk datang dan berfoto di Jalan Soekarno yang memang tak jauh dari kantor KBRI. Dia menjelaskan bahwa Bung Karno ketika memperjuangkan NKRI, pada awalnya sangat terpengaruh Mustafa Kemal.

Metara Turki Modern, tidak dicampur negara dengan Agama, agar keduanya tidak mundur. Namun, kemudian terjadi kompromi setelah berdebat dengan kelompok Natsir yang menginginkan negara Islam.

"Lantas lahirlah kompromi yang sangat indah. Soekarno menjadikan Indonesia bukan negara sekuler karena masyarakat Indonesia agamis atau beragama, Natsir juga setuju untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menambahkan Indonesia berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa dengan berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, sambung Mahfud, Indonesia bukan negara Islam dan tidak beragama.

"Ini prismatika yang sangat indah, produk ijtihad, produk kesepakatan. Modus vivendi, mitsaqan ghalidza, yang terinspirasi Turki lama yang ottoman dan Turki modern Kemal Ataturk," tambah dia.

Adapun dialog dengan warga dan mahasiswa Indonesia di Istanbul berlangsung di Konsulat Jenderal RI di Istanbul dan dimoderatori Konjen RI Darianto Harsono pada Jumat (25/8). Peserta yang hadir antusias mengikuti paparan Mahfud yang kemudian secara bergantian mengajukan pendapat dan pertanyaan.

Banyak hadir mahasiswa-mahasiswi asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Turki, sedangkan Dialog Kebangsaan di Ankara berlangsung di Kedutaan Besar RI di Ankara pada Kamis (24/8).

Banyak hadir mahasiswa-mahasiswi asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S1 dan S2 di ibukota Turki ini. Dialog dimoderatori Pengurus PPI Fauzul Azhim Fakhurazi.

Lebih lanjut, Menko Mahfud mengapresiasi sambutan dan penghormatan oleh pemerintah Turki yang bersahabat. Menko bercerita betapa hangat dan terhormat sambutan yang diberikan pada Indonesia.

Mahfud juga diantar oleh menteri dan difasilitasi berkunjung ke berbagai tempat termasuk ke makam Bapak Bangsa Turki, Kemal Ataturk dan salat Jumat di Hagia Sophiayakni shaf paling depan. Di Istanbul, Mahfud dijamu secara khusus makan siang oleh Gubernur Istanbul Davut Gul.

"Turki mempunyai kesamaan semangat yang sama dalam memperjuangkan Islam yang modern, Islam yang moderat, Islam yang menerima perbedaan, Islam Wasatiyah, kita juga punya sejarah panjang dengan Turki. Turki memberi gelar Khalifatullah ke Raden Patah ketika menjadi Raja Demak, juga gelar yang sama ke Sultan Hamengkubuwono. Pejuang kita, Teuku umar dan Tjoet Nyak Dien juga dibantu oleh Turki saat mengusir penjajah," ucap Mahfud.

Mahfud meyakini Indonesia lebih maju sebagai negara inklusif, negara yang meyakini agama danreligious nation state. Sementara itu, Turki masyarakatnya Islami meski secara resmi negaranya sekuler.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.