Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Perkuat Ekonomi Eks Korban Penyalahgunaan NAPZA di Bandung Barat

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemensos Perkuat Ekonomi Eks Korban Penyalahgunaan NAPZA di Bandung Barat Doc: Dok. Kemensos
Ket. Kegiatan penyerahan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) kepada 18 eks KP-NAPZA di Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/8).

Eks korban penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu kelompok rentan yang menjadi sasaran rehabilitasi sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Mereka kerap menerima stigma negatif masyarakat meskipun sudah tidak lagi menjadi pengguna.

Akibatnya, banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Untuk bertahan hidup, para eks korban penyalahgunaan NAPZA (KP-NAPZA) membuka usaha kecil-kecilan seperti kelontong, minuman dingin dan kekinian, dan lainnya.

"Mereka memang menyampaikan keinginan meningkatkan taraf hidup secara ekonomi. Dan berkomitmen mengubah perilaku supaya tidak lagi kembali seperti dulu," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sentra Wyata Guna Iis Lisnawati saat ditemui pada kegiatan penyerahan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) kepada 18 eks KP-NAPZA di Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/8).

Eks KP-NAPZA menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan taraf hidup. Pada usaha berskala kecil, mereka kerap kekurangan sarana pendukung usaha, seperti berjualan es alat pendingin yang mumpuni dan tanpa gerobak.

"Ada yang jualan es. Dia jualan di dekat pom bensin itu udah lumayan punya pelanggan. Cuma dia tidak punya gerobak. Dia kemarin menyampaikan pengin dibantu untuk gerobaknya sekaligus freezer-nya karena di rumah nggak ada, hanya termos es," ujar Iis.

Bantuan ATENSI Kewirausahaan, sambung Iis diberikan sesuai dengan hasil asesmen sehingga setiap orang mendapatkan bantuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Dari 18 orang penerima, 8 orang diberi bantuan pengembangan usaha dan 10 orang mendapatkan bantuan pemenuhan nutrisi.

Dikatakan Iis, bantuan pemberdayaan dikhususkan untuk penerima manfaat (PM) yang sudah menyelesaikan proses rehabilitasi. Sedangkan bantuan nutrisi untuk PM hanya mereka yang masih menjalani rehabilitasi atau rawat inap.

Proses asesmen maupun penyerahan bantuan, Sentra Wyata Guna Kemensos bekerja sama dengan Yayasan Sekar Mawar. Yayasan ini merupakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang menjadi rujukan rehabilitasi sosial bagi KP-NAPZA di Kabupaten Bandung Barat. Semua PM yang menerima bantuan merupakan binaan rawat jalan dan rawat inap yayasan, atau yang sudah berada di masyarakat.

"Kita mendapatkan data-data terkait dengan KP NAPZA dari Yayasan. Mereka mengajukan kebutuhan dan kita Sentra Wyata Guna mengadakan asesmen dulu. Jadi tidak langsung kita kasih bantuannya tetap kita validasi datanya langsung petugas dan pekerja sosial yang turun ke lapangan," kata Iis.

Kerja sama dengan Yayasan Sekar Mawar juga dilakukan dalam bentuk monitoring bantuan yang diberikan. Selain dari Yayasan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat juga dilibatkan. Dikatakan Iis, pihaknya akan memantau perkembangan bantuan usaha, sedangkan secara layanan akan dilakukan oleh Yayasan Sekar Mawar. Adapun monitoring akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk ketepatan bantuan, Iis memastikan penerima bantuan adalah mereka yang memiliki komitmen untuk berwirausaha, sehingga mayoritas yang menerima adalah orang-orang yang sudah mempunyai rintisan usaha. Saat penyerahan bantuan bersama Dinas Sosial, baik Iis maupun Dinas Sosial menekankan agar para penerima bisa mengembangkan usaha, dan tidak menyalahgunakan bantuan yang diterima.

Sementara itu, jenis usaha yang diberikan adalah usaha bensin eceran, sembako, makanan dan minuman ringan, jajanan seblak, kopi seduh, dan lain-lain.

Adapun turut hadir pada penyaluran tersebut Penyuluh Sosial Madya Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat R Asep Sutia, dan Ketua IPWL Yayasan Sekar Mawar Anastasia Cakunani.

(IKN/TSR)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.