Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY dengan Kabupaten Sepakat Penuhi Kecukupan Pangan 35 Ribu Hektare

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 16:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY dengan Kabupaten Sepakat Penuhi Kecukupan Pangan 35 Ribu Hektare Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan Pemda DIY dengan seluruh pemerintah kabupaten provinsi ini sepakat untuk memenuhi kecukupan pangan dengan menyediakan lahan pertanian untuk tanaman pangan seluas 35 ribu hektare.

"Kami dengan semua kabupaten sudah sepakat untuk memenuhi kecukupan pangan, ada kawasan yang didasari SK (Surat Keputusan) Bupati itu punya kontrak minimal 35 ribu hektare untuk tanaman pangan, bagi kecukupan pangan daerah," kata Sultan di Yogyakarta, Jumat.

Sultan mengatakan, lahan pertanian seluas 35 ribu hektare di seluruh DIY itu tidak boleh berkurang, kalaupun ada pemilik lahan yang mau menjual ke pihak lain, tapi dalam kontrak untuk kecukupan pangan itu diperbolehkan, tetapi tetap harus sampai selesainya kontrak.

"Jadi yang akan beli tetap menanam kecukupan pangan, tapi sebelumnya harus ada rekomendasi Bupati, misalnya satu hektare dibeli orang lain, Bupati harus mencari pengganti dulu, sebelum dapat tidak boleh ada transaksi," katanya.

Dengan demikian, kata Gubernur DIY, kecukupan pangan daerah dari penyediaan lahan pertanian seluas 35 ribu hektare itu tidak akan berkurang. Kawasan tersebut bisa berada di lahan pertanian tadah hujan maupun daerah irigasi, sejauh ini yang ditanam adalah padi.

"Di mana untuk saat ini per tahun bukan berarti di luar 35 ribu hektare itu tidak ada yang menanam padi, tanam ada, tapi kebutuhan yang harus kontrak sama provinsi dan kabupaten itu 35 ribu hektare harus tanaman pangan," katanya.

Sultan mengatakan, dari lahan pertanian seluas 35 ribu hektare itu setidaknya DIY bisa menghasilkan beras sebanyak 980 ribu ton per tahun, namun yang dikonsumsi masyarakat wilayah DIY sendiri kurang lebih sekitar 670 ribu ton.

"Berarti lainnya keluar dari DIY, sehingga harapan kami tanaman ini juga punya nilai produk harga yang tinggi, sehingga harapan saya paling sedikit 10 tahun dan bisa diperpanjang 35 ribu hektare itu Yogyakarta tidak akan kekurangan untuk tetap kecukupan pangan," katanya.

Dengan demikian, Sultan berharap di desa dalam kondisi sekarang ini tetap melaksanakan, apalagi juga ada lumbung pangan yang juga bisa diisi oleh masyarakat sendiri untuk kebutuhan pangan masyarakat per pedukuhan.

"Harapan saya semoga ini juga bisa dilakukan oleh masyarakat masyarakat di pedukuhan untuk menjadi lumbung ini betul betul bisa berfungsi dengan baik, sehingga kita bisa mandiri di dalam kecukupan pangan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.