Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasien Kanker Bisa Konsumsi Hidangan Dingin Usai Kemoterapi

📅 Rabu, 23 Agu 2023, 23:13 WIB | Oleh:
Pasien Kanker Bisa Konsumsi Hidangan Dingin Usai Kemoterapi Doc: Istimewa

Pakar bedah onkologi lulusan Universitas Indonesia dr Walta Gautama Said Tehuwayo, Sp.B.Subsp.Onk(K) mengatakan bahwa pasien kanker bisa mengonsumsi hidangan dingin usai kemoterapi demi mencegah efek seperti muntah.

"Abis kemoterapi makan yang dingin-dingin. Dia (pasien) muntah jangan dikasih air hangat," kata dia di Jakarta, Rabu.

Walta berkisah kerabatnya yang terkena kanker kolon atau usus mengaku terus menerus muntah usai dikemoterapi. Dia lalu menyarankan kerabatnya itu menyantap hidangan dingin misalnya yang dijajakan pedagang di dekat rumah semisal es cincau atau cendol.

Sang kerabat lalu menuruti saran Walta dan setelahnya dia mengaku tak lagi muntah setelah dikemoterapi.

"Orang yang mau dikomoterapi, mual dan muntah, yang penting kemoterapi pertama dan kedua (tidak muntah), tiga empat lima aman. Cara atasinya, selama dikemo banyak ngunyah supaya dia (organ pencernaan) kerja, saya suruh potongin buah kecil-kecil, es krim," jelas Walta.

Dia mengatakan kemoterapi biasanya diberikan setiap tiga minggu, karena rata-rata sel kanker mampu membelah kira-kira 20 sampai 100 hari. Oleh karena itu, dia mengingatkan pasien tak terlambat melakukan kemoterapi alias sesuai jadwal.

Kemoterapi merupakan pemberian zat kimia tertentu pada pasien kanker guna membunuh atau menghambat perkembangan sel kanker. Pengobatan ini dikatakan dapat menimbulkan efek samping dan bisa berbeda antara masing-masing pasien, seperti mual, muntah, diare, rambut rontok, kehilangan selera makan, kelelahan, demam, luka di mulut, nyeri, sembelit, dan mudah memar.

Pada beberapa kasus kemoterapi bisa menimbulkan masalah yang lebih serius meskipun ini jarang terjadi, misalnya terjadi penurunan pada sel darah putih dengan cepat sehingga dapat menimbulkan risiko terjadi infeksi sehingga dapat mengalami sakit yang lebih parah.

Namun, tak semua pasien kanker harus menjalani kemoterapi, tapi dengan melakukan terapi lainnya sesuai dengan sifat kanker.

"Orang dengan stadium yang sama, umur yang sama, belum tentu terapinya sama. Itulah yang disebut personalized medicine," demikian kata Walta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.