Forsir Tenaga, Pemain Sampai Sakit

Selasa, 22 Agu 2023, 07:16 WIB

JAKARTA - Masyarakat pencinta Basket harus berterima kasih dengan para Srikandi Basket Indonesia yang tak mau lagi memperhatikan kondisi fisik karena memforsir diri demi mengejar Divisi A Asia. Hebatnya, perjuangan mereka tak sia-sia karena kini Indonesia selevel negara-negara hebat seperti Tiongkok atau Jepang di Divisi A Basket Putri Asia.

Perjuangan keras para pemain Timnas Bola Basket Putri dalam upayanya menembus level teratas bola basket Asia, Divisi A FIBA Asia, menyebabkan beberapa pemain jatuh sakit karena memforsir diri. "Pada saat pertandingan, ada dua pemain harus kerja lebih dari pemain lain. Mereka adalah Agustin dan Kimberley karena posisi keduanya nggak tidak ada pengganti," kata Penanggung Jawab Timnas Bola Basket Putri, Christopher Tanuwidjaja, di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: hadapi thailand I Aksi pe­basket Timnas Putri Indonesia, Kimberley Pierre Louis saat menghadapi Thailand di Morodok Techo National Stadium Elephant Hall 2, Kamboja, beberapa waktu lalu. Indonesia hanya menang 70-69 atas Thailand. — Sumber: Foto: Perbasi/Yoga P

Christopher menyebut Agustin Elya Gradita Retong dan Kimberley Pierre-Louis bermain sampai 36 menit dalam setiap pertandingan yang berlangsung 40 menit ajang kompetisi Piala Asia FIBA Putri 2023 Divisi B di Bangkok Thailand. Hal itu dikarenakan sejumlah pemain yang berada di posisi point guard dan forward yang ditempati Agustin dan Kimberley sedang cedera.

Bahkan, Kimberley yang menjadi andalan Timnas Indonesia harus terbang ke Thailand dalam kondisi tidak fit karena sakit. Kendati demikian, pemain naturalisasi yang benar-benar mencintai Indonesia itu memperjuangkan untuk terus bisa bermain di lima laga.

"Jujur saja, sebenarnya Kimberley sudah nggak bisa main di final. Selesai pertandingan melawan Thailand di semifinal, saat mau keluar lapangan, dia jatuh terduduk. Di situ dia menangis," kata Christoper. Kimberley mengeluhkan seluruh badannya terasa sakit sehingga tidak kuat lagi untuk berdiri.

Akhirnya, kata Christoper, Kimberley minta waktu semalaman penuh untuk pemulihan agar bisa kembali bermain di final. Dalam laga final melawan Iran, Kimberley tidak bisa memproduksi poin tertinggi seperti biasanya. Namun dia beralih peran menjadi pemain bertahan yang mencatatkan rebound paling banyak dan sebagai penyuplai bola.

Timnas Bola Basket Putri Indonesia mencatatkan sejarah dengan berhasil menembus Divisi A FIBA Asia, yang belum pernah terjadi. Indonesia naik kasta ke Divisi A usai menjuarai Piala Asia FIBA Putri 2023 Divisi B. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.