Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, BPBD Tapin Berjibaku Tangani Karhutla yang Nyaris Lalap Pemukiman

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, BPBD Tapin Berjibaku Tangani Karhutla yang Nyaris Lalap Pemukiman Doc: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadila
Ket. Tangkap layar video BPBD Tapin - Suasana kebakaran lahan di Desa Sungai Rutas yang hampir menjalar ke pemukiman penduduk, Sabtu (19/8/2023).

Rantau - Gawat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Barisan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), berjibaku tangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir melalap pemukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapin Sofyan mengatakan ada dua titik api yang hampir melalap pemukiman.

"Dua titik itu di Desa Sungai Rutas dan Desa Taibah. Api berhasil kita padamkan," ujar Sofyan di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu.

Sofyan mengungkapkan jarak titik api yang membakar lahan tersebut hanya beberapa meter dari pemukiman.

Saat ini, kata dia, petugas berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran lahan tersebut.

Sofyan menyatakan kebakaran lahan semak belukar di Desa Sungai Rutas mencapai 1,5 hektare dan satu hektare di Desa Taibah.

Menurut dia, ada empat titik sumber api yang membakar lahan pada saat ini. Namun petugas BPBD dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Tapin mampu menjinakkan kobaran api tersebut.

"Sampai sekarang ada empat titik, Alhamdulillah berhasil kita padamkan," ujarSofyan.

Sofyan menuturkan BPBD Tapin bersiaga untuk mengantisipasi titik api yang muncul di Kota bertajuk Bumi Ruhui Rahayu itu.

Sebelumnya tim BPBD dan BPK Tapin juga memadamkan api di dekat Sentral Cabai Rawit Hiyung di Desa Hiyung pada Jumat Tengah malam.

Ketua Kelompok Tani Karya Baru Junaidi mengatakan petugas memadamkan sumber api secara sigap sehingga tak ada lahan Cabai Rawit Hiyung yang terbakar.

"Di area Sentral Cabai Rawit Hiyung ini ada 20 hektare lebih. Ada yang siap panen, pemeliharaan, dan baru tanam," ujar Junaidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.