Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stafsus BPIP: Waspadai Demagog di Politik Indonesia

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stafsus BPIP: Waspadai Demagog di Politik Indonesia Doc: istimewa
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo.

JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyatakan, masyarakat harus benar-benar mewaspadai 'demagog' di perpolitikan Indonesia.

Hal itu dia sampaikan menyusul pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang menyebut bahwa sopan santun dan budi pekerti luhur mulai hilang seiring banyaknya ujaran kebencian yang sering muncul ke permukaan, baik di media cetak, elektronik, maupun media sosial dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, Rabu (16/8).

Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan bahwa banyak julukan-julukan yang dilontarkan kepadanya sebagai bentuk kritikan.

"Sebagai pribadi, saya menerima saja. Tapi yang membuat saya sedih, budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa ini kelihatannya mulai hilang. Kebebasan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kebencian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia," tutur Jokowi.

Menanggapi pernyataan presiden tersebut, Antonius Benny Susetyo menyatakan, apa yang Jokowi katakan seharusnya menjadi alarm bagi bangsa Indonesia.

"Pernyataan itu seharusnya menjadi kesadaran etis bagi kita yang memiliki ideologi Pancasila, yang mengutamakan nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Siapapun yang melukai manusia, dia melukai Tuhan. Habituasi bangsa Indonesia harusnya adalah Pancasila, dan Pancasila mengajarkan budi pekerti serta kesopanan," jabarnya.

"Sekarang, yang menjadi pertanyaan, apakah orang bebas berekspresi tanpa adanya etika? Apakah ruang bebas untuk kritik tidak seimbang dengan kesopanan dan budi pekerti, dan apakah nilai demokrasi tunduk pada nilai publik? Jangan sampai demokrasi dimanipulasi dengan diksi bahasa, yang sebenarnya semua itu sekadar alat memuaskan kepentingan dan merebut kekuasaan."

Pakar komunikasi politik tersebut melanjutkan, bahasa bisa jadi sebuah alat untuk mendapatkan apa yang diinginkan penggunanya.

"Bahasa itu tidak netral, apalagi bahasa politik. Bahasa politik merupakan bahasa hegemoni. Hegemoni dipergunakan untuk menunjukkan adanya kelas dominan yang mengarahkan, tidak hanya mengatur masyarakat melalui pemaksaan kepemimpinan moral dan intelektual. Bahasa telah direkayasa sebagai komoditas politik demi kepentingan kelompok-kelompok dominan," jelasnya.

Benny memberikan sebuah istilah: demagog. Fenomena demagog ini terjadi di Indonesia.

"Demagog adalah agitator-penipu yang seakan-akan memperjuangkan rakyat padahal semua itu dilakukan demi kekuasaan untuk dirinya," jelasnya.

"Semakin marak kritik tidak memberikan kecerdasan bangsa, malah menjadi sumber kehancuran martabat kemanusiaan. Ada bahaya yang mengancam, ketika para demagog beraksi. Argumennya disebut sebagai kebebasan demokrasi, tetapi sebenarnya membajak demokrasi. Masyarakat harus sadar kritikus seharusnya jauh dari kepentingan politik dan netral. Jika tidak netral, kritik-kritiknya seharusnya diperhatikan: benar sebuah kritik yang membangun, atau upaya mengatur masyarakat lewat bahasa?"

Menurutnya, kritik seharusnya meluruskan arah kebijakan, memberikan solusi, dan penyampainya seharusnya berjarak pada kekuasaan ataupun kepentingan politik. "Kritik jangan untuk merebut kekuasaan; hilang demokrasi saat itu," serunya.

Budayawan itu mewanti-wanti masyarakat untuk tidak mendukung cara-cara dengan bahasa politik yang bertujuan mendapatkan kekuasaan dan berkepentingan politik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.