Kebijakan Anggaran Ketahanan Pangan Harus Berpihak ke Petani

Jumat, 18 Agu 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Dukungan kebijakan, termasuk pada kebijakan anggaran memang menjadi kebutuhan penting bagi petani agar bisa membantu mewujudkan ketahanan pangan. Dukungan ini menjadi bentuk nyata dari kehadiran negara dan keberpihakan pemerintah kepada petani.

"Sayangnya dalam perencanaan anggaran, masyarakat khususnya petani kurang dilibatkan sehingga anggaran sering tidak tepat sasaran," kata Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, kepada Koran Jakarta, Kamis (17/8).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Kementerian Keuangan - KORAN JAKARTA/ONES

Qomar berpandangan, soal pengelolaan anggaran ini memang menjadi titik krusial, sebab kalau anggaran ditambah, tetapi tidak ditunjangi oleh pengelolaan yang transparan dan efisien itu tak akan mengungkit produksi.

Terkhusus untuk pangan, lanjut Qomar, ketersediaan lahan untuk petani seharusnya menjadi hal penting yang tentunya didukung oleh anggaran yang memadai. "Dalam hal ini, dukungan anggaran untuk reforma agraria perlu menjadi prioritas juga," ujarnya.

Qomar ini menanggapi apa yang disampaikan pemerintah yang mengalokasikan dana sebesar 108,8 triliun rupiah untuk ketahanan pangan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2024.

"Anggaran ketahanan pangan tahun 2024 sebesar 108,8 triliun rupiah. Kita lihat di sini ada kenaikan 7,8 persen pada anggaran ketahanan pangan yang kita alokasikan," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (16/8).

Kenaikan 7,8 persen berpacu pada anggaran ketahanan pangan di outlook APBN 2023 yang sebesar 100,9 triliun rupiah.

Kenaikan Anggaran

Prioritas bidang ketahanan pangan dengan anggaran sebesar 108,8 triliun rupiah diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan, akses, dan stabilitas harga pangan.

Kebijakan tersebut dilakukan, antara lain melalui peningkatan produksi domestik; penguatan kelembagaan, pembiayaan, dan perlindungan petani; percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pangan; pengembangan Kawasan Food Estate (Kawasan Sentra Produksi Pangan); serta penguatan cadangan pangan nasional.

Secara rinci Menkeu mengatakan dana ketahanan pangan sebesar 108,8 triliun rupiah disalurkan melalui belanja pemerintah pusat sebesar 89,6 triliun rupiah dan transfer ke daerah sebesar 19,2 triliun rupiah.

Menurut Menkeu, belanja pemerintah pusat disalurkan untuk pembangunan bendungan, waduk, dan irigasi. Selain itu, juga untuk bantuan bibit, benih, alsintan, dan asuransi pertanian. Belanja juga digunakan untuk peningkatan subsidi pupuk dan bunga pinjaman cadangan pangan pemerintah.

Lebih jauh, Menkeu mengatakan adapun belanja yang disalurkan melalui transfer ke daerah digunakan untuk pembangunan jalan pertanian, pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi dan sumber-sumber air, serta pembangunan atau rehabilitasi balai benih dan sarana prasarana pelabuhan perikanan.

Bendahara Negara ini mengatakan APBN akan terus diarahkan menjadi instrumen untuk mentransformasikan ekonomi dan mendukung perbaikan kesejahteraan rakyat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.