Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Produk Pertanian Diperkuat

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 08:37 WIB | Oleh:
Hilirisasi Produk Pertanian Diperkuat Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah menekankan pentingnya penguatan hilirisasi produk pertanian melalui promosi dan advokasi. Karena itu, dibutuhkan inovasi pendanaan untuk membiayai promosi tersebut.

"Dahulu orang pertanian melihat bahwa promosi itu adalah biaya, tapi pemasaran atau promosi itu adalah investasi dalam hal mempertahankan pasar. Bahkan kita tidak sadari, promosi itu bisa mencapai 30 persen dari biaya atau nilai suatu produk," kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Prayudi Syamsuri, saat menghadiri Agrofood Expo 2023, di JIEXPO, Jakarta, Kamis (10/8).

Prayudi menuturkan besarnya biaya promosi sebaiknya tidak dianggap sebagai pengeluaran ekstra, melainkan sarana investasi yang akan menguntungkan pemilik produk. Sarana promosi melalui pameran atau ekspo skala nasional maupun internasional, katanya lagi, menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat hilirisasi produk pertanian baik antara business to business (B2B) maupun business to customer (B2C).

"September (ekspo serupa) di Serpong, karena itu sekali lagi investasi untuk promosi produk pertanian kita. Bukan hanya di dalam negeri, tapi di luar negeri. Kami akan hadir juga di Jerman pada Oktober 2023," ujarnya pula.

Promosi di luar negeri, katanya, menjelaskan bukan hanya untuk sekadar mengenalkan produk pertanian, namun juga untuk menjelaskan isu-isu negatif yang beredar mengenai produk pertanian nasional seperti minyak sawit yang dikecam oleh sejumlah negara di Eropa.

Kementan mencatat komoditas sawit mendominasi ekspor pertanian dengan jumlah 70 persen. Kemudian, dari total produksi nasional sebanyak 40 persen digunakan untuk konsumsi dalam negeri, dan 60 persennya untuk mengisi pasar dunia yang digunakan sebagai minyak nabati. Besarnya peranan sawit tersebut, dinilainya menjadi salah satu alasan promosi dan advokasi terutama di luar negeri harus rutin dilaksanakan.

"Advokasi penting, kita sama-sama memperkuat. Kita harus tunjukkan ke dunia luar bahwa pertanian kita itu adalah produk yang menjaga sustainability, menjaga keberlanjutan, oleh karena itu advokasi ini penting," katanya pula.

Penguatan pembangunan komoditas perkebunan melalui gelaran "Agrofood Expo", menurutnya, menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pertanian yang lebih komprehensif dan terpadu, dari hulu hingga hilir.

Libatkan Pengusaha

Direktur Utama Wahyu Promo Citra Sukur Sakka selaku penyelenggara pameran menuturkan ekspo yang berlangsung selama 10-13 Agustus tersebut memadukan konsep B2B dan B2C dengan sekitar 100 pelaku usaha di sektor agribisnis, agroindustri, BUMN, swasta, pemerintahan daerah, dan sejumlah asosiasi.

Komoditas yang ditawarkan dalam pameran ini merupakan unggulan dan dibutuhkan pasar, meliputi komoditas pertanian, perkebunan, produk olahannya, seperti kopi, teh, kakao, beras, hingga rempah-rempah.

Sukur Sakka optimistis penyelenggaraan "Agrofood Expo" tahun ini mampu menarik perhatian lebih dari 10 ribu pengunjung. Untuk target transaksi, ia berharap seluruh peserta pameran dan pelaku usaha terkait bisa menemukan pasar baru yang tepat dan menjalin kerja sama berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.