Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Perdagangan Orang, Menlu Retno: Indonesia Prioritaskan Penanganan TPPO 'Online'

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Perdagangan Orang, Menlu Retno: Indonesia Prioritaskan Penanganan TPPO 'Online' Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Ilustrasi - Kampanye "Stop TPPO" untuk menolak perdagangan orang.

Jakarta - Cegah perdagangan orang. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan prioritas Indonesia dalam menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penyalahgunaan teknologi daring(online).

Dia menyoroti semakin banyaknya pelaku yang menyalahgunakan teknologi untuk merekrut dan mengeksploitasi korban mereka, yang banyak di antaranya kemudian dipekerjakan di industri penipuan berbasis daring atauonline scams.

"Pemerintah telah menangani lebih dari 2.800 warga Indonesia yang menjadi korban penipuan semacam itu di negara-negara tetangga, dan 40 persen di antaranya adalah korban perdagangan manusia," kata Retno dalam salinan pidato yang dia sampaikan dalam Forum Pemerintah dan BisnisBali Process(GABF) di Bali, Kamis.

Untuk itu,Retno menyerukan negara-negara anggota Bali Process untuk mencegah kawasan Asia-Pasifik menjadi pusat perdagangan manusia.

"Tujuan kita adalah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan, bukan pusat perdagangan manusia," ujar dia.

Sementara itu, komunitas bisnis didorong untuk turut berperan dalam upaya pencegahan karena "keuntungan tidak bisa diambil dengan mengorbankan hak asasi dan martabat manusia".

Retno mendorong standar uji kelayakan(due diligence)pada bisnis dan HAM, supaya komunitas bisnis dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan standar uji tuntas untuk menegakkan rekrutmen dan pembayaran yang adil, transparan, dan etis, serta memastikan lingkungan kerja yang lebih baik bagi pekerja mereka.

Selain itu, bisnis disebutnya dapat secara sukarela melaporkan tindakan yang mereka ambil untuk memerangi perdagangan manusia dan perbudakan, termasuk mendidik pekerjanya tentang ancaman yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut.

Selanjutnya, Retno mendorong pemanfaatan teknologi untuk memerangi perdagangan manusia.

"Teknologi harus menjadi sekutu kita, bukan musuh kita," tutur dia.

Menurut dia, pelaku bisnis dapat mendukung penegakan hukum dalam mengakses platform teknologi dan berkontribusi dalam upaya pencegahan secara daring dengan mengembangkan platforme-learninguntuk pengembangan kapasitas atau pelatihan berbasis keterampilan, serta meningkatkan kesadaran media sosial tentang isu ini.

"Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah pekerja di wilayah tersebut menjadi korban perdagangan manusia," kata dia.

Retno juga mengajak negara anggotaBali Processuntuk mendukung kerja sama regional melawan perdagangan manusia karena isu ini telah menjadi masalah kawasan yang membutuhkan tanggapan bersama.

Dalam KTT ASEAN ke-42 Mei lalu, para pemimpin ASEAN berjanji akan menindak penyalahgunaan teknologi untuk perdagangan manusia, termasuk melalui sinergi antar mekanisme ASEAN.

Dalam hal itu, Retno menyebut bisnis dapat memperkuat upaya tersebut dengan memperluas kerja sama dalam investigasi bersama di seluruh kawasan, memberikan perlindungan bagi pelapor, dan mendukung undang-undang yang kuat tentang bisnis dan hak asasi manusia.

"Mari kita bergandengan tangan melawan perdagangan manusia-pemerintah, organisasi regional, dan bisnis. Kita harus berperan sebagai koalisi 'orang-orang baik', dengan GABF sebagai wadah peleburan solusi, untuk menciptakan kawasan yang bebas dari perdagangan manusia," ujar dia.

Bali Processadalah forum internasional resmi yang didirikan pada 2002 untuk memfasilitasi diskusi dan berbagi informasi tentang isu-isu yang berkaitan dengan penyelundupan manusia, perdagangan manusia, dan kejahatan transnasional lainnya.

AnggotaBali Processterdiri dari 45 negara serta empat organisasi internasional yaitu UNHCR, IOM, UNODC, dan ILO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.