• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Temuan Baru, Ilmuwan Ungka...

Temuan Baru, Ilmuwan Ungkap Varian Gen Penyebab Obesitas pada Wanita

Minggu, 06 Agu 2023, 13:50 WIB

JAKARTA - Para ilmuwan menemukan gen baru yang mengkaitkan obesitas dengan jenis kelamin dan usia, Newsweek melaporkan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Genomics, para ilmuwan menguraikan secara khusus bagaimana gen mempengaruhi obesitas pada wanita.

Ket. Foto: Gambar kaki wanita berdiri di atas timbangan. Para ilmuwan menemukan hubungan antara jenis kelamin, usia, dan obesitas. — Sumber: Newsweek/Getty/Rostislav_Sedlacek

"Ada sejuta alasan mengapa kita harus memikirkan tentang jenis kelamin, usia, dan mekanisme spesifik lainnya daripada hanya menyatukan semua orang dan menganggap bahwa mekanisme penyakit bekerja dengan cara yang sama untuk semua orang," kata penulis senior studi John Perry dalam rilis pers.

"Kami tidak mengharapkan orang memiliki biologi yang sama sekali berbeda, tetapi Anda dapat membayangkan hal-hal seperti hormon dan fisiologi dapat berkontribusi pada risiko tertentu."

Perry adalah ahli genetika dan profesor di Wellcome-MRC Institute of Metabolic Science, University of Cambridge, Inggris.

Obesitas adalah gangguan di mana seseorang memiliki kelebihan lemak tubuh di titik yang berisiko bagi kesehatan.Seseorang dianggap obesitas ketika memiliki indeksmassa tubuh atau body mass index (BMI) 30 atau lebih.Menurut Obesity Medicine Association, gangguan ini sangat umum, 1 dari 6 orang dewasa di Amerika Serikat mengalami obesitas.

Untuk menganalisis bagaimana jenis kelamin berkontribusi pada risiko obesitas, para peneliti mengamati mutasi atau varian gen yang terkait dengan BMI pada lebih dari 400.000 orang dewasa.Mereka menemukan, tiga varian gen yang salah berkorelasi dengan BMI yang tinggi pada wanita.Varian yang salah, yang dikenal sebagai DIDO1, PTPRG, dan SLC12A5, tidak berpengaruh pada pria.

Lebih dari 80 persen wanita dengan DIDO1 dan SLC12A5 mengalami obesitas, menurut laporan penelitian tersebut. Dan, DIDO1 khususnya, dikaitkan dengan jumlah testosteron yang lebih tinggi.Wanita dengan varian SLC12A5 juga tampaknya memiliki peluang lebih besar mengidap diabetes tipe 2.

Selanjutnya, para peneliti menetapkan pandangan mereka untuk menilai bagaimana usia terkait dengan risiko obesitas dengan mencari gen yang terkait dengan berat badan di masa kanak-kanak.

Dua gen ditemukan, dikenal sebagai OBSCN dan MADD. Orang-orang dengan OBSCN lebih cenderung kelebihan berat badan saat kanak-kanak. Sedangkan pembawa MADD cenderung lebih kecil.

"Yang cukup mengejutkan adalah, jika Anda melihat fungsi beberapa gen yang kami identifikasi, beberapa di antaranya jelas terlibat dalam respons kerusakan DNA dan kematian sel," kata Perry.

"Saat ini tidak ada paradigma biologis yang dipahami dengan baik tentang bagaimana respons kerusakan DNA akan mempengaruhi ukuran tubuh. Temuan ini memberi kita petunjuk bahwa variasi dalam proses biologis yang penting ini mungkin berperan dalam etiologi obesitas."

Perry dan rekan kerjanya tidak akan berhenti di sini.Mereka berencana melanjutkan penelitian dengan menilai populasi yang lebih beragam.

"Kami berada pada tahap paling awal untuk mengidentifikasi biologi yang menarik," tambah Perry."Kami berharap penelitian ini dapat mengungkap jalur biologis baru yang suatu hari nanti dapat membuka jalan menuju penemuan obat baru untuk obesitas."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.