Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyedihkan, Diperkirakan 160 Los Pasar Hangus Akibat kebakaran di Sadang Serang

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menyedihkan, Diperkirakan 160 Los Pasar Hangus Akibat kebakaran di Sadang Serang Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Iwan Rusmawan memberikan keterangan di lokasi kebakaran Pasar Sadang Serang, Kota Bandung, Jumat (4/8/2023) malam.

Bandung - Menyedihkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung memperkirakan ada 160 los di Pasar Sadang Serang, Kota Bandung, yang hangus terbakar akibat kejadian kebakaran di lokasi tersebut Jumat malam.

"Kami masih melakukan pendinginan dan pendataan. Dari data PD Pasar ada 416 los totalnya, yang terbakar kurang lebih 160 los, tapi itu sedang kami pastikan karena masih proses lokalisir dan pendinginan," kata Sekretaris Diskar PB Kota Bandung Iwan Rusmawan di lokasi kebakaran.

Iwan mengatakan pihaknya akan terus melakukan proses pendinginan hingga api benar-benar tidak bisa menyala lagi mengingat banyaknya bahan mudah terbakar di pasar tradisional tersebut.

"Kita tetap lakukan pendinginan untuk memastikan benar-benar aman, karena api dengan banyak struktur kayu dan bahan mudah terbakar, itu sudah selesai kelihatannya tapi tiba-tiba lima menit muncul lagi. Itu makanya kita tetap pendinginan," ucapnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, Iwan mengatakan belum bisa dipastikan karena harus dilakukan investigasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi kebakaran.

"Untuk pastinya belum, karena harus dilakukan olah TKP terlebih dahulu atas kejadian ini," ucapnya.

Untuk korban sendiri Iwan mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa, namun ada dua petugas Diskar PB Kota Bandung dan beberapa warga yang mengalami gangguan pernafasan akibat kepulan asap.

Dari lokasi ANTARA bisa melaporkan bahwa kejadian kebakaran yang diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu, hingga pukul 22.40 WIB hanya menyisakan asap tipis.

Dari sekitar 18 hingga 20 unit mobil pemadam yang yang diturunkan, kini sekitar delapan unit yang masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.

Petugas Diskar PB Kota Bandung, PMI, TNI dan polisi masih terlihat bersiaga di lokasi kejadian. Warga juga masih terlihat banyak yang berkumpul di sekeliling pasar tradisional tersebut.

Pihak Diskar PB Kota Bandung belum bisa memperkirakan total kerugian akibat kejadian ini. Namun dari pembicaraan para pedagang, diperkirakan kerugian sampai ratusan juta.

"Ratusan juta itu untuk yang saya. Kalau sama yang lain bisa lebih," kata salah satu pedagang kosmetik di Pasar Sadang Serang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.