Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, Jerman Tolak Kirim Rudal Jelajah ke Ukraina

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 00:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memanas, Jerman Tolak Kirim Rudal Jelajah ke Ukraina Doc: Antara/pakistantoday.com.pk
Ket. Pakistan sukses menguji tembak rudal jelajah.

Berlin - Memanas, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan kembali penolakannya dalam mengirimkan rudal jelajah Taurus ke Ukraina.

"Kami masih memandang bahwa ini bukan prioritas utama kami saat ini," kata kantor berita Jerman DPA, mengutip Pistorius saat mengunjungi kota Bad Reichenhall di Jerman selatan.

"Kami bukan satu-satunya (negara) yang tidak mengirimkan (rudal jelajah). Sekutu kami, Amerika Serikat, juga tidak memasok rudal jelajah ini. Rudal milik kami memiliki jangkauan khusus," sambungnya.

Ukraina mendesak Jerman agar mengirimkan rudal jelajah Taurus agar bisa menyerang angkatan bersenjata Rusia jauh di gari belakangnya.

Namun, pemerintah Jerman enggan memenuhi permintaan tersebut karena rudal jenis itu bisa mencapai wilayah Rusia.

Kendati begitu, Pistorius tidak menutup kemungkinan Jerman akan mengirimkan senjata yang dibutuhkan Ukraina itu suatu saat nanti, tetapi tidak untuk saat ini.

Jerman adalah negara yang paling banyak membantu Ukraina dalam aspek pertahanan udara, dukungan pelatihan, dan kendaraan lapis baja, kata Pistorius.

"Ini prioritas utama kami, kompetensi inti kami. Oleh karena itu, kami saat ini memandang tak ada kebutuhan mendesak untuk memenuhi permintaan lain," tambahnya.

Meski Pistorius menolak, sejumlah mitra koalisi pemerintahan Jerman memiliki pandangan lain.

Marcus Faber yang merupakan pakar pertahanan dan anggota parlemen dari Partai Demokrat Bebas (FDP) yang berkoalisi dengan pemerintah, baru-baru ini menyeru Jerman mengirimkan rudal jenis itu ke Ukraina.

Menurut Faber, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengirimkan rudal jelajah karena lambannya serangan balasan Ukraina.

Dia menilai rudal Taurus bisa membantu mengganggu rantai logistik tentara Rusia yang kemudian bisa mengganggu pasokan amunisinya.

Bulan lalu, Jerman mengumumkan rencana memasok Ukraina senjata dan amunisi yang lebih banyak sampai senilai hampir 700 juta euro (Rp10 triliun).

Paket bantuan itu mencakup dua peluncur rudal Patriot dari arsenal militer Jerman, dan 70 kendaraan tempur lapis baja, termasuk 40 kendaraan tempur infanteri Marder.

Peluru artileri dan pengintaian serta aset pertahanan drone juga akan disediakan.

Total, ada 31 item barang yang akan dikirimkan, yang beberapa di antaranya diambil dari inventaris militer Jerman.

Pemerintah Jerman tahun lalu juga menyetujui ekspor senjata senilai total 2,2 miliar euro (Rp36,6 triliun) ke Ukraina.

Pada paruh pertama tahun ini, ekspor Jerman ke Ukraina bernilai 1,65 miliar euro (Rp27,45 triliun).

Sejak Mei 2022, sudah lebih dari 3.500 tentara Ukraina dilatih mengoperasikan berbagai sistem senjata di Jerman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.